Komisioner KPU Minut Diberi Teguran Keras, Bukan Dipecat -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Komisioner KPU Minut Diberi Teguran Keras, Bukan Dipecat

editor: jandry_kandores
13 Januari 2021

Komisioner KPU Minahasa Utara. (Istimewa)


Minut, KOMENTAR.ID


Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Minahasa Utara Stela Runtu dan Darul Halim selaku Anggota KPU Minut beserta tiga komisoner lain yakni Hendra Samuel Lumanauw, Robby Manopo dan Dikson Lahope, diberi teguran keras oleh DKPP.


Pemberian sanksi teguran keras ini tersiar lewat keputusan yang dibacakan bergantian secara virtual oleh Majelis DKPP, Rabu (13/01/21).


Majelis Hakim Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI memutuskan lima Komisoner KPU Minut melanggar kode etik.


Lima komisioner KPU Minut ini diadukan lewat dua perkara yakni Perkara 130-PKE-DKPP/X/2020 dan Perkara 141-PKE-DKPP/XI/2020. 


Mereka diadukan dalam kasus ijazah palsu Calon Bupati Minut Shintia Gelly Rumumpe, yang diusung Partai Nasdem pada Pilkada Minahasa Utara 2020.


DKPP sudah menjadwalkan sidang kode etik penyelenggara pemilu dengan agenda Pembacaan Putusan terhadap 17 Perkara di Ruang Sidang DKPP, Gedung DKPP, Jakarta Pusat, Rabu (13/01/21).


Selain memberikan teguran atau peringatan keras, posisi Ketua KPU Stela Runtu dan Darul Halim yang menjabat Divisi Teknis KPU Minut, diputuskan untuk diganti dari jabatannya.


“Jadi tidak ada pemecatan di KPU Minut. Kalau pemberian sanksi teguran keras, itu benar. Bukan pemecatan,” tangkis Komisoner KPU Minut Hendra Lumanauw kepada Komentar.id via telepon, Rabu (13/01/21) siang.


Dia membantah informasi yang menyebut adanya pemecatan terhadap Komisioner KPU Minut buntut adanya aduan terkait ijazah palsu.


“Substansi sebenarnya kini bukan lagi pada ijazah palsu, tapi pada persoalan legalisir terhadap ijazah itu. Coba dicermati lagi putusannya DKPP tadi,” tukas Hendra Lumanauw.



(kid)