Ahli Waris Desak PLN dan Vena Energy Angkat Kaki dari Tanah Keluarga di Likupang -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Ahli Waris Desak PLN dan Vena Energy Angkat Kaki dari Tanah Keluarga di Likupang

editor: hut_kamrin
Kamis, 14 Januari 2021

Instalasi gardu induk UIP Sulbagut PT PLN di Likupang Timur, Minahasa Utara berdiri di atas lahan milik Ruland Istefanus Mantiri. Foto: Istimewa


Manado, KOMENTAR.ID 


Proyek gardu induk UIP Sulutbagut PT PLN di Desa Wineru, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, berujung masalah. PLN mendapat somasi perwakilan ahli waris almarhum Ruland Istefanus Mantiri, Senin (11/1/2021). Somasi karena dianggap PLN menguasai tanah yang menjadi hak Ruland seluas kurang lebih 21 hektar.  


Somasi yang sama juga ditujukan kepada PT Vena Energy Indonesia. Perusahaan ini tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), juga di atas tanah Ruland seluas 29 hektar. 


Total lahan yang konon dikuasai tanpa hak oleh PLN dan Vena Energy seluas kurang lebih 50 hektar. 


Alexander Billy Rondonuwu, pria yang menerima kuasa dari semua ahli waris, lantas mengajukan somasi karena baik PLN maupun Vena Energy membangun infrastruktur di atas lahan warisan Ruland, yang memiliki dokumen tanah berupa alas hak yang legal. Billy juga bagian keluarga mendiang Ruland. 


"Itu tanah warisan almarhum Ruland Istefanus Mantiri. Sebagai ahli waris kami harus mempertahankan hak opa dan orang tua kami. Dan kami memiliki dokumen tanah yang resmi," jelas Billy, Rabu (13/1/2021), di Manado. 

Alexander Billy Rondonuwu, penerima kuasa dari semua ahli waris Ruland Istefanus Mantiri. Foto: Istimewa


Almarhum Ruland kata Billy, semasa hidup mempunyai ribuan hektar tanah di wilayah Likupang, Minahasa Utara. Setelah Ruland  meninggal dunia, ada beberapa pihak yang membangun usaha dan proyek di atas tanah tersebut tanpa seijin dan sepengetahuan ahli waris. 


"Termasuk PLN yang mendirikan gardu induk UIP Sulbagut dan Vena Energy membangun instalasi PLTS," tutur Billy.


Menariknya, ada sosok bernama Herman Luntungan yang berhasil meyakinkan PLN dan Vena Energy mengenai status lahan tersebut. Buntutnya, perusahaan ini membayar lahan ke pihak yang tidak berkaitan secara legal mengenai kepemilikan tanah warisan Ruland. 


Lebih lanjut, penguasaan hak atas obyek tanah milik almarhum Ruland Istefanus Mantiri oleh PT Vena Energy Indonesia dan UIP Sulbagut PT PLN tidak sah. Penguasaan tersebut dilakukan tanpa hak dan melawan hukum karena bermula dari orang bernama Herman Luntungan sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 01 Desa Maen Tahun 1977.


“Ahli Waris telah berusaha mencari informasi dan bukti peralihan obyek tanah milik Ruland Istefanus Mantiri yang dilakukan tanpa hak dan melawan hukum oleh Herman Luntungan kepada PT Vena Energy Indonesia dan UIP Sulbagut dengan adanya SHM Nomor 01 Tahun 1977.  Ahli waris menemukan adanya indikasi perbuatan melawan hukum dan telah melanggar hak ahli waris,” jelas Billy.

Instalasi PLTS PT Vena Energy Indonesia berdiri di atas lahan milik Ruland Istefanus Mantiri. Foto: Istimewa


Tambah Billy, ahli waris sedang memperjuangkan tanah milik Ruland Istefanus Mantiri yang sudah dalam penguasaan tanpa hak dan melawan hukum oleh Vena Energy.


"Timbul indikasi tindak pidana penggelapan hak atas tanah (Pasal 385 KUHPidana), dan Pemalsuan Dokumen (Pasal 263, 264, 266 KUHPidana), dan Pengrusakan (Pasal 406 KUHPidana)” jelas Billy.


Sementara itu, Head Country Vena Energy Arisudono Soerono mengatakan pihaknya memang memiliki rencana ekspansi, namun semuanya masih harus mengikuti ketentuan yang ada. (*)