15 Ribu Vaksin Corona Tiba di Sulut, Ini Orang Pertama yang Bersedia Divaksin -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

15 Ribu Vaksin Corona Tiba di Sulut, Ini Orang Pertama yang Bersedia Divaksin

editor: jandry_kandores
06 Januari 2021

Satgas Covid Sulut menerima 15 ribu dosis vaksin, Selasa (05/01/21). (Istimewa/detik.com)


Manado, KOMENTAR.ID


Sedikitnya 15 ribu dosis vaksin Covid-19 telah mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (05/01/21) kemarin.


Vaksin yang dikirim ini adalah kloter pertama dari 23 ribu dosis vaksin yang sedianya disuplai pemerintah pusat.


Terkait hal ini, tokoh agama Sulawesi Utara Pdt Lucky Rumopa STh mengaku bersedia menjadi orang pertama yang divaksin.


“Saya siap dan bersedia menjadi warga Sulut pertama yang divaksin. Saya siap menjadi yang pertama,” tegas Pdt Lucky Rumopa kepada wartawan di Rukop K8, Kecamatan Sario, Rabu (06/01/21) sore.


Ketua FKUB Sulawesi Utara, Pdt Lucky Rumopa. (Foto: Jandry Kandores)


Ketua FKUB Sulut ini mengatakan, vaksin Covid-19 aman dan tidak membahayakan. Apalagi, katanya, vaksin yang masuk ke Sulut adalah sudah diuji klinis terlebih dahulu.


“Saya mendapat informasi, kemurajaban vaksin ini mencapai 98,5 persen dibanding vaksin lain. Jadi saya percaya vaksin dari Cina ini, aman. Saya siap jadi yang pertama,” tegasnya lagi.


Vaksin dari perusahaan Sinovac ini menurut Rumopa sudah diuji coba. Bahkan di Cina sudah 70 ribu lebih warga yang disuntik vaksin ini.


“Saya siap jadi warga pertama yang divaksin, tapi sesuai aturan yang menjadi prioritas itu adalah tenaga kesehatan atau nakes. Kemudian setelah nakes, para pejabat dan Forkompimda dulu,” celetuknya.


Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sulut, Steven Dandel, mengakui vaksin Covid-19 sudah tiba di Bandara Sam Ratulangi lewat penerbangan Batik Air, Selasa (05/01/2021).


Sambil menunggu petunjuk dari kementerian untuk disalurkan ke 15 kabupaten/kota, vaksin sementara disimpan di ruang pendingin milik Dinas Kesehatan Sulut.


Dilansir detik.com Selasa (05/01/21)

menyebut, vaksin tahap I diperuntukkan bagi sumber daya manusia di bidang kesehatan di Sulut.


Mereka terdiri atas tenaga kesehatan dokter dan perawat. Vaksin juga akan diberikan untuk tenaga nonkesehatan yang bekerja di lokasi pelayanan medis, seperti sopir ambulans, petugas laundry rumah sakit dan lainnya. 



(kid/dtc)