Polisi Ringkus Pembuat Video Hoax Vivie Sanggor di Hotel Peninsula -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Polisi Ringkus Pembuat Video Hoax Vivie Sanggor di Hotel Peninsula

editor: steward_ruslan
17 Desember 2020

Ilustrasi antihoax.


Manado, KOMENTAR.ID

Personil Reserse Mobile (Resmob) Polresta Manado menangkap terduga pelaku penyebar hoaks dan kata-kata provokatif terkait pilkada yang viral di media sosial. Vivie Sanggor alias Vivie (49), warga Kelurahan Kleak, Lingkungan V, Kecamatan Malalayang, ditangkap di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Selasa (15/12).

Informasi kepolisian, awal penangkapan Vivie sebagai tindak lanjut laporan Panwas Pemilu Kecamatan Malalayang. Konon, pada rapat pleno pada Senin (14/12) lalu, Vivie yang merupakan saksi dari salah satu pasangan calon (paslon) datang terlambat. Dia marah-marah sambil merekam video menggunakan kamera ponsel, saat pelapor sedang membuka kotak suara.

Sambil merekam, terlapor Vivi menyampaikan narasi dengan kalimat provokatif dan menuduh PPK melakukan tindakan pidana. Padahal yang dilakukan PPK Malalayang sudah seizin saksi-saksi paslon lain dan telah disetujui Panwaslu.

"Vivie yang saat itu datang terlambat tidak tahu menahu dan langsung merekam," ujar sumber Panwascam Malalayang. 

Video tersebut pun beredar di medsos dan menjadi viral setelah disebarkan akun Recky Roboth. Pelapor baru mengetahui hal tersebut saat membuka medsos pada Selasa (15/12/2020). Pelapor terkejut dengan komentar negatif dari video yang viral tersebut. Merasa keberatan, mereka pun membuat laporan polisi Nomor: LP/2043/XII/SULUT/RESTA MANADO tanggal 15 Desember 2020.

Polresta Manado langsung merespons dengan mengerahkan tim Resmob melakukan profiling data terlapor. Selanjutnya dilakukan lidik untuk keberadaan terlapor yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan. Setelah mengetahui lokasi langsung dilakukan penangkapan.

Setelah itu Satreskrim Polresta Manado berkoordinasi dengan Polres Minsel mengamankan pelaku peyebar video dengan kalimat hoaks dan provokatif. Terduga pelaku beserta barang bukti lalu dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari laporan tersebut kami bergerak cepat kaerna video sudah cukup meresahkan di tengah pelaksanaan pilkada yang berlangsung damai. Hasil penyelidikan, peristiwa yang terekam pada video tersebut merupakan proses pleno rekapitulasi pilkada di PPK Malalayang," ujar Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Tommy Aruan, Rabu (16/12/2020). (Piere)