Partisipasi Pemilih Tertinggi di Indonesia, Mendagri Apresiasi KPU Tomohon -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Partisipasi Pemilih Tertinggi di Indonesia, Mendagri Apresiasi KPU Tomohon

editor: jandry_kandores
18 Desember 2020

Mendagri Tito Karnavian. Inzet: Komisioner KPU Tomohon Stenly Kowaas. (Istimewa/Kolase Foto Komentar.ID)


Tomohon, KOMENTAR.ID


Kota Tomohon meraih predikat sebagai kota dengan partisipasi pemilih tertinggi  pada pelaksanaan Pilkada Serentak 9 Desember 2020. 


Kota Bunga itu sukses di peringkat pertama untuk Kategori Kota dengan prosentase 91,98 persen.


“Evaluasi Kementerian Dalam Negeri, Mendagri menyebut Tomohon berada di peringkat pertama Kategori Kota dengan partisipasi tertinggi pada Pilkada dengan nilai prosentase 91,98 persen,” ujar Plh Sekda Kota Tomohon, Dolvien Karwur, Kamis (17/12/2020)


Pernyataan Tito Karnavian itu menurut Karwur diutarakan dalam Rakor Evaluasi Pilkada bersama Kemendagri, KPU dan Bawaslu, Senin (14/12/2020) lalu. Tito pun mengapresiasi pemerintah, KPU, Bawaslu dan masyarakat Kota Tomohon.


Sementara dikutip dari laman Instagram @titokarnavian, secara nasional ia menyebut partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2020 mencapai angka 75,83 persen.


Angka ini menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah karena tingkat partisipasi pemilih pada pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19, tetap tinggi.


Komisioner KPU Tomohon Stenly Jerry Kowaas menyambut baik apresiasi dari Mendagri Tito Karnavian. Namun menurut dia hal ini bukan menjadi prestasi KPU Tomohon semata.


“Melainkan prestasi semua pihak di Tomohon. Mulai dari jajaran penyelenggara sampai KPPS, kontribusi teman Bawaslu dan jajaran, TNI Polri, pemerintah, peserta pilkada baik parpol maupun paslon, teman-teman media serta masyarakat pemilih. Ini prestasi kita semua,” tutur Kowaas kepada wartawan via telepon, Jumat (18/12/2020).


Menurutnya, Tomohon bisa berhasil karena kontribusi electoral yang diberikan masyarakat untuk tetap datang memilih di TPS meski dalam situasi pandemi Covid-19.


“KPU Tomohon tentu saja mengapresiasi kedewasaan masyarkat pemilih di Tomohon dalam melihat kontestasi Pilkada sebagai sarana demokrasi secara nyata. Jadi ini juga adalah prestasi untuk masyarakat,” tambahnya.


Sementara, Ketua Jaringan Demokrasi Sulawesi Utara Johny Alexander Suak (JAS) menilai, tingginya tingkat partisipasi lantaran pemilih yakin penyelenggara pemilu menerapkan protokol kesehatan secara ketat.  


"Publik menilai protokol kesehatan memang dijalankan pada hari H, baik oleh pemilih maupun petugas penyelenggara pemilu. Ini menjadi salah satu faktor tingginya minat warga pemilih untuk menggunakan hak suaranya,” tukas JAS yang juga mantan Anggota Bawaslu Sulut.


Anggota KPPS di salah satu TPS di Tomohon menggunakan APD saat bertugas 9 Desember lalu.



(kid/yha)