Pariwisata Sangihe Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Pariwisata Sangihe Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

editor: verry_bawoleh
Jumat, 18 Desember 2020

 

Jefry Tilaar SE ME Kadis Pariwisata Sangihe (Foto Komentar.ID)


Tahuna, KOMENTAR.ID

Hampir setahun diterjang Pandemi Covid-19, dunia pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe mampu bertahan dan tetap eksis. 

Ini dibuktikan dengan tetap rutinya warga setempat mengunjungi sejumlah lokasi wisata, seperti lokasi pantai wisata Pananualeng, Embuhanga serta lokasi tambatan perahu teluk Talengen dan puncak Lose.

Meski begitu, tak bisa dipungkiri dari jumlah pengunjung yang datang, terjadi penurunan yang signifikan, apalagi pada awal-awal Pandemi Covid-19 menerjang, semua lokasi wisata sempat ditutup sementara.

"Sampai sekarang kami masih berjualan makanan dan minuman ringan, tapi jumlah pengunjung tidak seperti biasa setiap hari ada yang datang, saat ini pengunjung hanya datang pada hari Sabtu dan Minggu,"ungkap salah satu pemilik kedai kopi di lokasi pantai Pananualeng.

Tambatan perahu teluk Talengen (Foto Komentar.ID)


Dari pantauan sejak pemberlakuan new normal, juga terjadi pergeseran animo warga berdarmawisata, yang biasanya ramai dilokasi puncak Lose, kini berlaih ke lokasi tambatan perahu teluk Talengen dan pantai Pananualeng.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Sangihe, Jefry Tilaar dikonfirmasi wartawan, tak menepis masih eksisnya lokasi-lokasi wisata di Sangihe, hanya ia mengakui terjadi perurunan kunjungan wisatawan yang sangat drastis, terutama wisatawan mancanegara.

"Penurunannya bahkan sampai 80 persen, termasuk kunjungan wisata di spot ikon wisata Sangihe gunung api bawah laut pulau Mahangetang,"kata Jefry.

Namun meski terdampak Covid-19, dari sisi sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan Sangihe terjadi peningkatan seiring dengan rutinya Dinas Pariwisata menggelar pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan selam untuk  dive guid yang sudah dilaksanakan dari tahun 2019, dan  juga  kembali dilakukan pelatihan selam open water dan rescue dive bulan November 2020.

"Selain pelatihan selam juga dilaksanakan pelatihan Tata Kelolah dan Destinasi Wisata serta pelatihan Manajemen Homestay serta pelatihan-pelatihan yang lainnya telah dilakukan sebelumnya,"jelas Jefry, yang juga menambahkan, saat ini Dinas Pariwiasata Sangihe punya diver yang sudah mengikuti pelatihan kurang lebih 100 orang dan akan melebar untuk guid wisata alam, kuliner dan wisata budaya.