Gelar Musprov VII, PPI Sulut tak Lagi Bersinerji dengan Pemerintah -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Gelar Musprov VII, PPI Sulut tak Lagi Bersinerji dengan Pemerintah

editor: steward_ruslan
17 Desember 2020

Henro Kawatak terpilih secara aklamasi dalam Musprov VII PPI Sulut di Kotamubagu. Foto: Istimewa 


Manado, KOMENTAR.ID

Musyawarah Provinsi (Musprov) VII Purna Paakibraka Indonesia (PPI) Sulut, di Hotel Sutan Raja,  Kotamobagu, Sabtu (12/12), meninggalkan tanda tanya. Sejumlah personil PPI Sulut, musprov tanpa informasi dan sosialisasi itu dapat digelar dan melahirkan struktur baru secara aklamasi. 

Musprov yang secara aklamasi menetapkan kembali Hendro Kawatak sebagai Ketua terpilih PPI Sulut untuk periode kedua

Keberatan dari para anggotanya yang merupakan mantan (Purna) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).  

"Ada apa ini? Kenapa agenda organisasi sepenting ini kok terkesan dilakukan secara diam-diam. Kami saja tidak tahu pelaksanaan musprov  kali ini," respon Ronald Sompie, Purna Paskibraka Sulut tahun 1992, Selasa (15/12). 

Onal, sapaan akrabnya, menambahkan, selain tidak melakukan sosialiasi kepada anggota PPi, pelaksanaannya terkesan melanggar aturan dan tradisi organisasi. "Ini kan organisasi level Sulut, tapi saya dengar tidak ada pemberitahuan, atau sekedar undangan ke Pemprov Sulut," tutur Purna Pertukaran Pemuda Antar Provinsi tahun 1996 yang juga dipercayakan sebagai Wakil Ketua DPD Purna Pasukan Utama (Pasma) Kirab Remaja Nasional (KRN) Sulut ini.

Kepala Badan Kesbangpol Sulut Steven E Liow SSos MM heran. PPI semula meminta rekomendasi. "Saya tidak pernah diberitahu akan ada musprov. Tidak ada undangan," tegas Liow kepada KOMENTAR.ID.

Ia berjanji, akan menertibkan semua organisasi yang tidak menjalankan AD/ART organisasi. "Tahun 2021 kami akan tertibkan semua itu. Yang tidak menjalankan aturan organisasi akan ditertibkan. Kalau PPI tidak sesuai aturan, juga ada ditertibkan," tegas Liow. (*)