Vicky Lumentut adalah Bukti Kecerdasan Rakyat Memilih -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Vicky Lumentut adalah Bukti Kecerdasan Rakyat Memilih

editor: hut_kamrin
Jumat, 13 November 2020

Informasi program Walikota Manado GS Vicky Lumentut. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID 

Perkiraan kemungkinan money politic di Pilkada Manado tak lagi menarik dibahas. Pendekatan politik uang di Pilkada makin tergerus. Peneliti politik dan pemerintahan Fredy B Sumual SIP mengatakan,  hanya 3% pemilih yang masih terperangkap dalam arena pragmatis. Berbeda dengan Pemilu Legislatif (DPR) saat caleg berburu target voters di dapil masing-masing. 

Kalau begitu, bagaimana bisa membuktikan pendekatan pragmatis tak lagi menjamin kandidat kepala daerah merenggut kekuasaan? Kata Sumual, fenomena itu ada di depan mata. Ia menyebut Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL) adalah bukti kecerdasan rakyat memilih. Rakyat yang menempatkan visi, misi dan program luhur seorang pemimpin, di atas pelacuran uang pada masa Pilkada. 

Dua periode memimpin, GSVL mampu mematahkan kekuatan pragmatis. Lantas, atas cara apa GSVL mengubah terjangan pragmatis kaum kapital atau pemegang modal?

Menurut Sumual, GSVL membaca tingkat kecerdasan publik yang lebih memilih desain kerja, program, rencana pembangunan, manajemen kota. Artinya, GSVL mengerti kekuatan visi, misi dan program yang konsisten, mampu meyakinkan publik. 

"Publik percaya visi kepemimpinnya. Rakyat menerima misi pemerintahannya. Masyarakat menikmati kebijakan dan program kerjanya," tutur di Manado, Jumat (14/11). 

Fakta inilah yang meyakinkan publik, bahwa politik pragmatis entah money politik atau pendekatan lain, bukan masa depan daerah. 

"Membangun daerah yang bersih, harus dimulai dari semangat kolektif masyarakat yang jujur dan bersih. Dengan begitu kita bisa menikmati produk demokrasi. Kita mencegah ancaman KKN karena politik balas budi kepala daerah," jelas Sumual. 

Lalu bagaimana GSVL menekuni pemerintahannya selama dua periode?

"Saya terpilih 2 kali bukan karena pendekatan pragmatis. Karena saya tidak dipilih pragmatis, saya harus melahirkan program keumatan. Saya harus menjawab kepercayaan dorang baik yang pilih maupun nda pilih pa kita, dengan program yang menyentuh mereka. Lantaran dorang pilih pa kita nda pake pragmatis (uang), saya dengan leluasa boleh berprogram utamanya untuk kesejahteraan warga," GSVL. (*)