Tolak Bendera PDIP, IRT Bailang Babak Belur Dihajar Lelaki Yantje cs -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Tolak Bendera PDIP, IRT Bailang Babak Belur Dihajar Lelaki Yantje cs

editor: hut_kamrin
Rabu, 11 November 2020

Surat Laporan Kepolisian. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID


Kompetisi Pilkada memakan korban. Unnita Tandy Kakauhe, ibu rumah tangga (IRT) asal Lingkungan 5, Kecamatan Bunaken, Manado dihajar lelaki Yantje, lantaran menolak pemasangan bendera PDIP di lahan milik suaminya. Kepada KOMENTAR.ID, Rabu (11/10), korban mengatakan, saat kejadian yakni 25 Oktober 2020, korban berada dalam rumah bersama suami. Beberapa saat kemudian, korban dan suaminya keluar rumah melihat halaman telah dipenuhi atribut partai. 


Keberatan adanya atribut PDIP,  korban bersama suami mencari tahu siapa yang memasang. Namun tiba-tiba korban diserang oleh pelaku dan sejumlah oknum. 


Awalnya suami korban yang diserang. Korban yang tak terima dengan penyerangan itu mencoba melerai.  Namun sayang pelaku tak menghiraukan meski korban seorang perempuan. “Saya ditonjok di bagian wajah beberapa kali, lalu di tendang-tendang di kaki. Pokoknya saya dihajar layaknya binatang oleh parah pelaku,” ujar korban. 

Korban lalu melaporkan insiden kejahatan itu ke Polsek Bunaken dengan nomor STPL/111/X/2020/Sek Bnkn/Resta Mdo/Sulut, tanggal 25 Oktober 2020. 


Sayangnya, selang dua minggu dilaporkan, korban baru saja diambil BAP oleh penyidik pekan lalu. “Sangat lambat penangannya, saya baru di-BAP minggu lalu, dan sampai saat ini saya belum tahu kalau terlapor yang pelaku yang menganiaya saya sudah diperiksa atau belum,” aku korban. 




Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast, ketika dikonfirmasi mengatakan, Kepolisian tetap profesional dalam penanganan laporan masyarakat. Abast menegaskan, Polda Sulut dan jajaran Polresta, Polres dan Polsek tetap menindaklanjuti laporan yang masuk sesuai SOP. “Kami tetap akan proses laporan  yang  masuk,” tegas Abast sembari mengatakan,  pihaknya akan segera menghubungi Kapolresta Manado untuk mengkonfirmasi terkait penanganan laporan tersebut.


Di sisi lain, pihak keluarga korban  menyatakan kekecewaaanya karena penanganan tersebut. kepada wartawan, kakak korban lelaki PWK mengatakan, pihak kelurga akan mengambil tindakan apabila Kepolisian tidak menindaklanjuti laporan yang  dilayangkan korban.”Jangan salahkan kami kalau Polisi tidak bertindak, kami akan ambil tindakan  sendiri,” tandas PWK. (*)