Tersangka AM Tak Indahkan Panggilan Penyidik, Ini Penegasan Kacabjari Dumoga -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Tersangka AM Tak Indahkan Panggilan Penyidik, Ini Penegasan Kacabjari Dumoga

editor: rolly_sondakh
Selasa, 03 November 2020

Kacabjari Dumoga Evans Sinulingga SH MH. (foto ist)


Bolmong, KOMENTAR.ID


Tersangka AM warga Bolmong Selatan (Bolsel) selaku penyedia barang  pengadaan alat dan mesin pertanian di Desa Iloheluma Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tahun 2018,  telah mangkir 3 kali panggilan oleh penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga. 


Akan hal itu, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Dumoga  Evans Sinulingga SH MH menjelaskan, AM merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa tahun 2018 di  Desa Iloheluma dalam pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit.


 "Tersangka AM  tersebut tidak memberikan keterangan dan alasan kepada jaksa. Pihak penyidik hingga saat ini tidak dapat menghubungi  nomor telepon tersangka AM," terang Sinulingga via WhatsApp Senin (03/11/2020).


Lebih lanjut, Ia mengakui bahwa jaksa kesulitan mengirimkan surat panggilan kepada tersangka  selaku penyedia barang pemilik UD Wendyarsa Pratama, dikarenakan yang bersangkutan selalu tidak berada di rumah. Oleh karena itu jaksa meminta bantuan kepala desa setempat untuk meneruskan surat panggilan tersangka kepada yang bersangkutan.


Untuk menuntaskan kasus tersebut, Jaksa Penyidik Cabjari Dumoga kemudian menjadwalkan kembali pemanggilan tersangka inisial AM pada Kamis  (05/11/2020).


Meski begitu, Evans Sinulingga mengimbau agar tersangka kooperatif terhadap pemanggilan tersebut.  "Kami mengimbau kepada tersangka agar bersikap kooperatif, memenuhi panggilan penyidik Cabjari Dumoga serta memberikan keterangan secara benar," imbau Sinulingga.


Menurutnya, jika kali ini tersangka mangkir lagi dari panggilan tanpa disertai alasan yang dibenarkan hukum, Penyidik bisa melakukan upaya paksa. "Bisa dilakukan, karena sesuai tahapan pemanggilan yang didasarkan pada KUHAP," tegasnya.


Diketahui, dari hasil pemeriksaan dan fakta hukum selama penyidikan oleh penyidik pidana khusus Cabjari Dumoga, AM telah memenuhi syarat untuk ditetapkan kembali sebagai tersangka.  diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Adapun kerugian akibat perbuatan tersangka dugaan kasus ‘mark up dana pengadaan mesin alat pertanian dan mesin perikanan di Desa Iloheluma itu bernilai  Rp 509.500.000 ( lima ratus sembilan juta lima ratus ribu rupiah).


Dugaan mark up diketahui dari Laporan Hasil Audit Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (LHA-PKKN). Akibatnya, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp322 juta.


***