Pria Minsel Nekat Tikam Diri Sendiri di Perkebunan Tondano -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Pria Minsel Nekat Tikam Diri Sendiri di Perkebunan Tondano

editor: hut_kamrin
Selasa, 03 November 2020

Proses evakuasi pria yang menikam perutnya sendiri. Foto: Gerry Ticoh/KOMENTAR.ID

Minahasa, KOMENTAR.ID

Pria bernama Muhammad Rifai Buhang (28), warga Pontak, Ranoyapo, Minahasa Selatan nekad menikam perutnya dengan sebilah parang lantaran mabuk berat, di perkebunan Tounsaru, Tondano Selatan, Minahasa, Senin (02/11/2020) sore.

Informasi yang di dapat, Rifai tinggal di sebuah rumah semi permanen yang berada di area perkebunan tersebut bersama orang tuanya.

Sore itu ia baru saja pulang dari Pantai Sawangan Kombi. Tiba di kebun tersebut, dalam kondisi tak terkontrol hingga berteriak-teriak dan sempat terjatuh beberapa kali.

Berapa saat kemudian Rifai masuk ke rumah dan keluar sambil memegang sebilah parang. Lalu ia berlari ke tengah perkebunan menghampiri ibunya, sambil berteriak. 

Tepat di depan ibunya, Rifai langsung menikam perutnya sendiri hingga mengalami luka cukup parah. Melihat kejadian yang mengerikan itu, sang ibu pun berteriak histeris meminta bantuan warga. Rifai lalu dibawa ke rumah sakit oleh ibu dan adiknya.

Saat itu pula, Kapolres Minahasa AKBP Hezly Moningkey melintas di sekitar lokasi kejadian. AKBP Hezly Moningkey langsung turun dari mobil kemudian membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit.

“Diduga korban melakukan percobaan bunuh diri karena dalam keadaan mabuk akibat pengaruh miras (minuman keras). Kejadian ini dalam pengawasan dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKBP Hezly Moningkey.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengimbau masyarakat untuk menghindari miras jenis apapun.

“Karena pengaruh miras itu sangat berbahaya. Selain merusak kesehatan, pengaruh miras juga bisa memicu terjadinya keributan, kecelakaan lalulintas dan aksi kriminal lainnya. bahkan hal-hal diluar dugaan contohnya seperti kejadian ini,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Gerry Ticoh)