Pahlawan di Mata GSVL: Berhenti Bicara, Kerja Memutuskan Mata Rantai Covid-19 -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Pahlawan di Mata GSVL: Berhenti Bicara, Kerja Memutuskan Mata Rantai Covid-19

editor: hut_kamrin
Selasa, 10 November 2020

Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut SH DEA saat menyalurkan bantuan di Kepulauan Bunaken, Senin (9/10). Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID 

Pemerintahan Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut SH DEA (GSVL) tak pernah luput dari bencana besar. Pada 2014 silam, GSVL dan wakilnya Harley BA Mangindaan (Ai) menghadapi bencana alam. Banjir bandang hampir menyapu setengah Kota Manado. GSVL-Ai menjadi mesin penggerak solidaritas, kepedulian dan aksi kemanusiaan di masa itu. 

Di paruh 2020, pemerintahan GSVL dan wakilnya Mor Dominus Bastiaan (MOR) tak bisa mengelak paparan wabah covid-19. GSVL-MOR mau tidak mau harus tahan banting menggalang pencegahan dan penanganan covid. Kinerja masa pandemi yang belakangan memicu gaung protes soal anggaran.  

GSVL menurut beberapa orang, mungkin merasakan terjangan paling menyakitkan, adalah badai kritik segelintir orang. Kaum oposan yang mengambil jarak terlalu jauh dari obyek kebijakan GSVL dan motif penganggaran di pemerintahan. 

Kata personil DPRD Kota Manado Robert Laoh Tambuwun, GSVL teruji dalam dua bencana besar tersebut. GSVL cenderung meninggalkan perdebatan di ruang publik. 

"Ia memilih merefleksikan sendiri beban kerja, lalu fokus bekerja, sambil menggerakan satuan kerja perangkat daerah," ujar Tambuwun, di Manado, Selasa (10/10). 

Hari ini, 10 November 2020 adalah Hari Pahlawan. Tambuwun mengutarakan, semangat heroik ada dalam diri GSVL. Spirit kerja yang tak pernah patah. Meski ditebas beragam kritikan tanpa data, bahkan hampir secara harafiah berupa rangkaian umpatan. 

"Saya melihat semangat pahlawan itu ada dalam daya juang GSVL di masa pandemi. Panorama politik akhir-akhir ini sering diisi saling hujat. Tapi GSVL tak terjebak di sana. Dia berhenti bicara persoalan yang tidak membangun. GSVL lebih memilih bekerja, memutuskan mata rantai Covid-19. Dan itulah semangat kepahlawanannya" ungkap Tambuwun. (*)