MENJAGA BUDAYA ADALAH TUGAS KITA SEMUA -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

MENJAGA BUDAYA ADALAH TUGAS KITA SEMUA

editor: hut_kamrin
Jumat, 13 November 2020

Talkshow Exklusif. Foto: Amro Loho

SETELAH hari Senin Senin 9 November 2020 menyelenggarakan Talkshow Eksklusif dengan tema Menjaga Budaya, hari Selasa Founder Frame Penjaga Budaya menghadiri Pembukaan Workshop Pelatih Kolintang dan Guru Seni Budaya di Rumah Budaya Nusantar Wale Mazani Tomohon. 

Dalam sambutannya DR Dominica memaparkan bahwa kegiatan sejenis ini tentu menjadi hal yang bagus dalam pengembangan seni budaya. Scope yang diangkat kali ini, memang hanyalah musik kolintang. Tapi upaya untuk mengembangkan seni budaya itu adalah sebuah kewajiban setiap insan budaya, atau sahabat budaya di seluruh Indonesia. Frame Penjaga Budaya dibawah AjD Sahabat Budaya, menjadi garda terdepan dalam mengembangkan seni dan budaya. Frame Penjaga Budaya bahkan telah melebarkan sayapnya untuk bisa merangkul semua orang dalam satu visi dan misi menjaga budaya. 
Kegiatan workshop yang diadakan ini, melibatkan juga Balai Pelestarian Nilai Budaya dibawah komando Bpk. Apollos Marisan, sebagai Kepala Balai Pelestarisan Nilai Budaya Sulawesi Utara. Marisan mengatakan, kegiatan ini katakanlah berkesinambungan dengan Platform Indonesiana 2019 yang tahun lalu diselenggarakan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon. 

Kegiatan Festival Wale Mazani ini tentu satu kesatuan secara pengembangan kebudayaan, tapi atas cara tertentu, menjadi sebuah pengembangan lain, karena yang dilibatkan kali ini adalah guru seni budaya di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan Pelatih-pelatih kolintang muda yang menamakan diri Ansambel Musik Kolintang Kayu Minahasa Milenial (AMKKM). 

Support dari pelatih-pelatih juga sangat baik, karena hal ini memang harus dilakukan berkesinambungan. Kegiatan semacam ini diharapkan bisa terus berlangsung, sehingga pengembangan seni dan budaya akan terus bergaung.

Dalam workshop hari pertama, ditampilkan para narasumber yakni: Bpk. Royke Kumaat (mewakili Dinas Kebudayaan Propinsi Sulawesi Utara), narasumber kedua adalah Akademisi Unika De La Salle Manado, sekaligus pegiat filsfat-estetika, Ambrosius M. Loho, M. Fil., kemudian Joppy Sajouw, seorang Penerima Anugerah Kebudayaan Kategori Pelestari Seni Tradisi beberapa tahun lalu, Joppy Sajouw, serta Praktisi Kolintang dari Sanggar Bapontar, Andre Handry Yafet Sumual. (Amro Loho)

Para narasumber ini tentu menambah semangat para peserta workshop untuk semakin menimba ilmu dari para narasumber.
Semoga kita semua memandang bahwa menjaga budaya adalah tugas kita semua, kapan pun, dan dimana pun. Sukses untuk pelaksanaan Festival Wale Mazani dan Workshop Pelatih Kolintang 2020. (*)