Gara-gara Covid-19, Pelaku UKM di Sangihe Bertambah 8000 Orang -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Gara-gara Covid-19, Pelaku UKM di Sangihe Bertambah 8000 Orang

editor: verry_bawoleh
Minggu, 08 November 2020

Sonny Kapal, Kepala Dinas Koperasi UKM Sangihe (Foto Komentar.ID)

Tahuna,KOMENTAR.ID


Meski sempat meresahkan dan nyaris melumpuhkan perekonomian disejumlah daerah, kehadiran Covid-19 ternyata memberi dampak positif terhadap iklim usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara.

Buktinya, sejak Pandemi Covid-19 melanda Sangihe, terjadi lonjakan yang sangat drastis terhadap pelaku UKM, bahkan jumlahnya mencapai 11 ribu dari jumlah awal yang hanya dikisaran 3000 orang.

"Data terakhir pada kami, saat ini ada 11 ribu pelaku UKM yang terdata dari sebelumnya hanya 3000 orang. Dan kenaikkan jumlah UKM ini justru pada tahun ini sejak Pandemi Covid-19 melanda daerah kita,"ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menegah (UKM) Sangihe, Sonny Kapal, Minggu (08/11/20).

Yang paling menonjol memicu bertambahnya pelaku UKM kata Sonny, tak lain sektor pertanian lewat maraknya panen tanaman hortikultura.

"Karena ingin mempertahankan hidup ditengah Pandemi Covid-19, dimana-mana tempat petani maupun warga biasa banyak yang bercocok tanam, sehingga, dengan seringnya petani melakukan panen cabe, tomat dan sayur-sayuran, secara tidak langsung memicu warga lainnya terutama warga di wilayah kecamatan dan kampung untuk berjualan di pasar tradisional, termasuk di pasar Towoe Tahuna,"ujarnya.

Lanjut dikatakan mantan Sekretaris Dinas Pertanian Sangihe ini, sektor perikanan juga cukup signifikan menambah pelaku UKM, termasuk penjual kue dan kuliner yang membuka conter jualan di pasar-pasar tradisional dan di emperan pertokoan.

"Saat ini saja banyak sekali penjual di jalanan yang menenteng kue dan juga ikan. Mereka hadir sebagai pelaku UKM yang ingin mempertahankan hidup ditengah Pandemi Covid-19,"jelasnya. 

Sementara dengan meningkatnya pelaku UKM disementara  kondisi anggaran Dinas Koperasi-UKM Sangihe yang minim, pihaknya kata Sonny tak pernah patah semangat, tapi justru mampu memanfaatkan peluang disekitar dengan menggandeng pihak terkait, seperti pihak Kamar Dagang dan Iindustri (Kadin) yang belum lama ini menggelar kegiatan UKM Ekspo serta melakukan sosialisasi dan diskusi UKM dengan pihak Radio Republik Indonesia (RRI) Tahuna.

"Kami juga bisa memfasilitasi pelaku UKM pinjaman kredit usaha lewat bank, tapi untuk jumlah pinjaman nanti bank yang tentukan. Begitupun untuk setoran kredit harus lancar agar kerjasama dengan bank tetap mulus dan pelaku UKM mampu mengembangkan usahanya,"tutup Sonny.