Dokter Paul Minta Berdamai Setelah Polisikan Isteri Cantik karena Tripleks Bocor -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Dokter Paul Minta Berdamai Setelah Polisikan Isteri Cantik karena Tripleks Bocor

editor: hut_kamrin
Kamis, 05 November 2020

Ilustrasi pertengkaran suami isteri. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID 

Pikiran dr Paulus Oroh rupanya mulai gamang dan berkecamuk. Setelah sempat memidanakan sang isteri Nia KL, Paul berupaya menarik kembali laporan yang dilayangkan di Polsek Tikala Manado, pada 6 September 2020 lalu. Dia berupaya jalur damai dengan catatan tertentu. 

Laporan itu berawal dari seteru suami isteri di kediaman orang tua Paul pada 27 Agustus 2020. Konon, menurut isteri Paul, yakni perawat Ns Nia, pernah terjadi insiden keributan karena signal orang ketiga. Nia sudah lama membuntuti laku lancung Paul dengan wanita idaman lain. Merasa curiga, Nia bermaksud berbicara dengan suami gantengnya, Paul. Dokter Paul tengah berada dalam kamar. 

Pria yang sedang menjalani studi dengan beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Universitas Sam Ratulangi itu, enggan membuka pintu. Keduanya saling mendorong daun pintu yang terbuat dari bahan tripleks. Jari kelingking Nia sempat terjepit di bibir pintu. Saat menarik jarinya, kaki Nia spontan menghentak daun pintu tripleks, hingga sobek bagian bawah. 

Paul pun menyeret Nia ke ranah pidana dengan tuduhan pengrusakan. Penyidik kelimpungan, karena laporan Paul tidak memenuhi unsur pidana. Nilai kerugian tidak sampai Rp50 ribu. 

Sementara, Nia melaporkan Paul ke Polresta Manado atas dugaan perselingkuhan. Diduga wanita idaman lain Paul adalah salah satu dokter di RSUD Talaud.

Entah gamang, Paul kemudian menarik laporannya di Polsek Tikala. Dia berusaha menempuh jalur damai,  dengan satu permintaan agar Nia menarik laporan di Polresa Manado. Termasuk gugatan Kode Etik perilaku Paul di PPDS Bedah Unsrat yang dilayangkan Nia. 

Timbul keanehan. Surat kesepakatan damai itu menyertakan pihak Nia melalui kuasa hukum, sebagai pihak yang ikut dalam kesepakatan bersama untuk tidak melanjutkan pidana pengrusakan daun pintu yang harganya setara obat gatal di apotik. 

Kuasa Hukum Nia, Firman Mustika SH MH mengatakan, kliennya tidak berwenang ikut menarik laporan Paul di Polsek Tikala. "Itu bukan urusan klien kami. Mau lanjut atau mau tolak, itu urusan Paul. Tugas kami adalah menuntaskan pidana perselingkuhan Paul yang dilapor klien kami Nia, di Polresta Manado dan Kode Etik di PPDS," jelas Mustika. 

Ia menambahkan, dugaan pengrusakan yang menyeret kliennya Nia, tidak memenuhi unsur pidana yang wajib ditangani kepolisian. 

"Dalam insiden itu, klien kami berusaha menyelamatkan jarinya yang terjepit daun pintu. Kalau akhirnya pintu itu retak atau bocor, ya wajar karena klien saya berusaha menyelamatkan jari kelingking,"  tandas Mustika. (*)