Spot Paralayang Gunung Tumpa Manado Dipuji Asdep Kemenpora -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Spot Paralayang Gunung Tumpa Manado Dipuji Asdep Kemenpora

editor: kimmy_mamahit
Minggu, 25 Oktober 2020

Instruktur dan peserta pelatihan pemandu wisata paralayang foto bersama di Gunung Tumpa. Inzet: Asdep Kemenpora, Maifrizon. (Kimmy Mamahit)


Manado, KOMENTAR.ID


Potensi pengembangan olahraga Paralayang di Sulawesi Utara mendapat pujian dari Asisten Deputy (Asdep) Bidang Olahraga dan Rekreasi Kemenpora RI Drs Maifrizon MSi setelah meninjau langsung wilayah konservasi Taman Hutan Raya Gunung Tumpa HV Worang Manado, Sabtu (24/10/2020).


Tempat yang berada di ketinggian 350 meter di atas permukaan laut ini dinilai tak kalah menarik sebagai Spot Paralayang yang ada di Kota Manado.


Menurutnya, Gunung Tumpa memiliki pemandangan yang sangat indah dan berkesan.


Kedatangan Asdep Maifrizon sekaligus memantau pelaksanaan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Paralayang yang diikuti puluhan siswa dengan instruktur dari Tumpa Paragliding School, Nixon Ray Ratag.


"Pemandangannya sangat indah. Dan, baru pertama kali ini saya merasakan terbang olahraga paralayang. Ini sangat berkesan bagi saya," katanya kepada wartawan usai merasakan terbang tandem  dengan master profesional Defit Sarengat.


Kata dia, yang saat memberikan keterangan didampingi atlet Paralayang kenamaan  Sulut Pingkan Mandagi, dilihat dari sisi ekonomi pun mengena. 


Pemandu bisa mengawal para tamu baik dari dalam dan luar negeri, serta menjadi lapangan pekerjaan bagi komunitas.


Menurutnya, kegiatan wisata paralayang inipun telah memberikan sumbangan langsung kepada pemerintah daerah melalui retribusi.


"Tinggal bagaimana kita informasikan ke masyarakat luas soal Manado yang memiliki spot indah paralayang, serta sinergitas semua pihak dalam pengembangannya,” ujar dia.


Hutan Raya Gunung Tumpa ini memang dijadikan wahana olahraga dan wisata dirgantara. Lokasi wisata ini sangat indah, karena berhadapan langsung dengan pulau-pulau seperti Manado Tua, Bunaken, Siladen, Mantehage dan Nain.


Sejak diresmikan, lokasi yang sempat dijadikan venue Grand Final Paragliding Trip of Indonesia (TRoI) 2015-2016, Kejuaraan Dunia PGAWC 2017 yang diikuti atlet dari belasan negara dan berbagai event lainnya ini, telah melahirkan lebih dari 100 atlet paralayang baik lokal, nasional maupun mancanegara. 


***