Selain Menjaga Perbatasan, Ini Juga Tugas Penting Dandim Sangihe -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Selain Menjaga Perbatasan, Ini Juga Tugas Penting Dandim Sangihe

editor: verry_bawoleh
Sabtu, 10 Oktober 2020

Dandim Rachmat Christanto Bersama Jajaran Lakukan Penanaman Cabai (Foto Komentar.ID)


Tahuna,KOMENTAR.COM

Tidak hanya mahir menggunakan senjata api serta fokus pada tugas pengamanan wilayah perbatasan Indonesia-Philipina, Dandim 1301 Sangihe Provinsi Sulawesi Utara, Letkol Infantri Rachmat Christanto SIP juga menguasai teknik bercocok tanam. 

Ini dibuktikan Rachmat ketika melakukan penanaman cabai di lahan demplot  atau lahan percontohan Koramil 03/Tamako seluas 0,7 hektar, Kampung Hesang Kecamatan Tamako, Jumat (09/10/20).

Agenda penanaman cabe ini sebagai upaya Kodim 1301dalam peningkatan ketahanan pangan diseluruh wilayah jajaran Kodim Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 “Kegiatan ini merupakan program peningkatan Ketahanan Pangan dimasa Pandemi Covid 19.  Kodim 1301/Sangihe bekerja sama dengan Dinas Pertanian Daerah Sangihe serta instansi terkait lainnya dalam memberikan contoh dan motivasi kepada petani agar lebih giat lagi dalam pengolahan atau pemanfaatan lahan sekitar,"ungkap Rachmat.

Rachmat menyebut, pemanfaatan lahan tidur juga telah  dilakukan dibeberapa wilayah jajaran Kodim 1301/Sangihe, seperti penanaman jagung, namum khusus di wilayah Tamako dipilih tanaman cabai karena melihat lokasinya sangat cocok, serta kegiatannya bersinergi dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) dan kelompok Tani Mehengke Nusa.

"Pada masa Pandemi Covid 19 ini, sangat penting kita menjaga ketahanan pangan, disamping itu juga kita harus bisa jeli menciptakan peluang-peluang usaha agar bisa bertahan. Cabai merupakan salah satu tanaman yang bernilai ekonomi tinggi, karena cabai merupakan kebutuhan dasar dalam makanan kita sehari-hari dan harganya pun bisa melambung tinggi, sehingga sangat bagus di jadikan peluang usaha bagi para petani,"ujar Rachmat.

Ia juga sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada warga Tamako, Hilmat Lukas selaku pemilik lahan yang telah merelakan tanahnya dijadikan lahan pertanian.

Begitu pun sebaliknya, pemilik lahan juga sangat senang dan bangga tanahnya dipakai sebagai lahan demplot bagi para petani.

"Saya dapat mengambil nilai positif dalam pengembangan lahan pertanian ini, apalagi kegiatannya langsung dikelola tentara yang tak kenal lelah membuka lahan hingga penanaman,"ucap Hilmat.