Sama Model, Legislator PDIP dan Gerindra Manado Dianjurkan Cuci Muka Dulu -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Sama Model, Legislator PDIP dan Gerindra Manado Dianjurkan Cuci Muka Dulu

editor: hut_kamrin
Minggu, 18 Oktober 2020

Logo PDIP (kiri) dan logo Gerindra (kanan). Foto: Kolase KID

Manado, KOMENTAR.ID -- 

DPRD Kota Manado masih dalam sikap yang sama mengenai materi draft KUA PPAS APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2020. Badan Anggaran (Banggar) tempat bercokol sejumlah personil fraksi besar, masih uringan-uringan membahas draf tersebut. Alasannya macam-macam.  

Fraksi PDIP dan Fraksi Gerindra bersikap hampir sama model. Enggan melanjutkan pembahasan lantaran ada sisipan pemberitahuan pinjaman Rp300 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Konon kata mereka, ada bayangan 'setan anggaran', sebagaimana ditulis legislator Gerindra Mona Kloer di laman Facebooknya, pada Jumat (16/10). Sayangnya, Gerindra dan PDIP belum dapat menunjuk, di mana posisi setan yang akan merenggut hak rakyat dalam postur APBD-P. 

"Mereka khawatir ada setan. Tapi setan, cuma di kepala mereka sendiri. Ditanya setan yang mana, tak bisa jawab. Karena tak mau membahas obyek pembahasan berupa draf KUA PPAS," tutur salah satu anggota dewan non-Banggar, Minggu (18/10), via ponsel. 

Umumnya kata legislator itu, argumen penolakan PDIP dan Gerindra condong spekulatif. Hanya modal kemampuan mengira-ngira, lalu membuat satu pendapat singkat untuk disiarkan ke publik. "Alasan penolakan demi rakyat. Ditanya nolak klausul yang mana dan alasannya apa, semua pada kabur. Tidak muncul di pembahasan," tutur legislator itu. 

PDIP dan Gerindra lanjut dia, tak mau  bercermin dari Pemprov Sulut soal kemudahan instrumen pinjaman SMI. Pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey (OD) juga melakukan hal serupa Walikota GS Vicky Lumentut di Manado. Sama-sama mengajukan pinjaman ke SMI. Bedanya, Pemprov mengajukan Rp1,2 triliun. Pemkot Rp300 miliar. Anehnya, di Manado, desakan agar mencopot klausul pinjaman malah datang dari Fraksi PDIP dan Gerindra. 

"Jadi gini ya. Sebaiknya PDIP dan Gerindra itu cuci muka dulu. Supaya setelah cuci muka, bisa paham soal pinjaman SMI. Kenapa di Pemprov tidak ribut. Di Manado justru ribut. Kalau begitu sikap dua partai ini, sebetulnya relatif. Ini masalah like and dislike. Esensi pinjaman itu tidak salah. Yang lemahnya, PDIP dan Gerindra enggan proaktif di wilayah pembahasan untuk memastikan tujuan pinjaman ini kena sasaran atau berpotensi meleset. Dana belum turun, koq ributnya minta ampun," tutur dia. 

Mengenai penolakan itu, Walikota GS Vicky Lumentut meminta dalam bentuk berita acara. Bukan pernyataan mulut anggota dewan. 
 
"Sikap resmi DPRD bahwa dana ini ditolak, saya tunggu supaya saya bisa dipertanggungjawabkan. Administrasi pemerintahan kita harus dibangun secara baik dan harus dalam kerangka formal, jangan verbal. Saya masih menunggu karena sampai hari ini belum ada sikap resmi penolakan secara tertulis. Tetapi dalam praktiknya dengan belum dibahas ada indikasi penolakan. Kita tunggu saja sikap kelembagaan DPRD Kota Manado," ungkap Lumentut, yang diteruskan sejumlah pejabat ke media masa. (*)