Penuhi Undangan Warga, Olly Selalu Taat Asas dan Aturan -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Penuhi Undangan Warga, Olly Selalu Taat Asas dan Aturan

editor: komentar.id
Selasa, 20 Oktober 2020

Marhany Pua (kiri) mendampingi Olly Dondokambey dalam suatu kegiatan belum lama ini. (Istimewa)


Manado, KOMENTAR.ID 


Kandidat Gubernur Sulut Olly Dondokambey tak pernah berniat melakukan kampanye di tempat yang memang tak diperkenankan, seperti rumah ibadah. Dalam memenuhi undangan masyarakat, Olly selalu taat asas dan aturan.


Hal ini ditegaskan Ketua Tim Kampanye Pemenangan Olly-Steven, Ir Marhany Pua MA, via telepon, Selasa (20/10/2020).


“Jadi perlu ditegaskan, pemakaian kostum seragam dari pak Olly yang kebetulan datang ke tempat ibadah itu bukan untuk berkampanye. Seperti diketahui, pak Olly itu punya jadwal yang padat dengan aktivitas yang juga padat, dari satu titik ke titik yang lain, dari mendatangi relawan hingga undangan ke gereja,” kata Marhany Pua.


Di tengah jadwal yang padat dengan waktu yang mepet, Olly sedapat mungkin memenuhi undangan masyarakat, terutama jika undangan itu mengikuti ibadah di gereja. 


Di tempat ibadah seperti gereja, tambah Pua, Olly tidak berkampanye, seperti mengajak jemaat atau umat untuk mengenakan seragam yang sama, atau memilih dia dan Steven Kandouw dalam pilgub.


“Biasanya dalam undangan seperti itu pak Olly memang didaulat memberikan sambutan. Namun dalam sambutan pak Olly biasanya hanya mengungkap hal-hal yang umum, seperti ajakan untuk mengikuti protokol kesehatan karena Covid-19, atau menguraikan perkembangan terkini seperti ekspor komoditas pertanian dan perikanan langsung ke Jepang melalui pesawat cargo Garuda dan sebagainya. Intinya tak ada kampanye di tempat ibadah,” kata Pua.


Sejauh ini, kata Pua lagi, pihaknya tidak menerima peringatan atau teguran dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Itu karena Bawaslu memang tidak menganggap hal itu sebagai pelanggaran, karena tak ada aturan yang dilanggar.


“Pak Olly itu orang yang taat asas dan taat aturan. Pak Olly tentu saja tahu bahwa tempat ibadah itu tidak boleh dijadikan lokasi untuk berkampanye,” pungkas Pua. 


(kid/sbr/*)