Malang Nasib Guru Ini, Kadis DIKPORA TALAUD Kurang Peduli -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Malang Nasib Guru Ini, Kadis DIKPORA TALAUD Kurang Peduli

Kamis, 29 Oktober 2020

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga/ Image: dikpora.talaudkab.go.id


Talaud, KOMENTAR.ID

Nasib malang  dialami MM (30), Guru PNS SMP Negeri di Moronge, Kabupaten Kepulauan Talaud. Bukannya mendapat  solusi dari  Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) , malah dipersulit.


Pemimpin yang harusnya bijak mengarahkan, mampu menyelesaikan masalah, seperti  jauh dirasakan  MM ketika bertukar pikiran dengan Drs. Adrianson A.M. Taarega, Kadis DIKPORA Talaud, diruang pribadinya.  


“Berharap mendapat kemudahan, yang kita alami malah terbalik. Nota dinas ke Sekolah yang sesuai dengan kita pe kebutuhan jam mengajar tidak diterima beliau untuk dijadikan dasar sebagai syarat tarik data ke dapodik sekolah baru” Keluh MM, Guru IPA yang tidak lagi menerima tunjangan sertifikasi hampir satu tahun. “Sedih skali kita, cuma itu solusi biar dapat sertifikasi”


Sebagai guru penerima tunjangan sertifikasi,  jumlah jam mengajar menjadi hal penting di sekolah.  Walau memegang sertifikat pendidik, guru tidak menerima tunjangan jika jam mengajar kurang. Hampir satu tahun MM belum terima dana setifikasi karena terhalang kurang jam di sekolah asalnya.


Upayanya menambah jam mengajar di sekolah lain, tidak ia temui karena sekolah yang ia mohonkan pun penuh.


“Kita so coba cari tambah jam di sekolah terdekat, tapi samua full” Tuturnya


Tak habis akal, seriring waktu, MM terus berupaya, mengajukan permohonan ke BKSDM agar dicarikan sekolah yang membutuhkan guru sesuai bidangnya.  Alasannya, mulia. Selain menjadi pintu solusi bagi tunjangan setifikasinya, pengajuan MM itu, dengan tekad ingin mengabdi di Sekolah yang memang membutuhkan tenaganya.


Harapannya berbuah manis. Nota dinasnya saat ini keluar. Ditugaskan di Sekolah yang memang membutuhkan bidangnya. Hitung-hitung, beban jamnya sesuai.


Sebagai tulang punggung keluarga, Bapak dari dua orang anak yang hidup bersama istri di tanah rantau, Porodisa, nota dinas yang MM pegang awalnya dianggap menjadi hadiah bagi keluaganya.  Sebagai tanda, ia ditugaskan di Sekolah yang baru, yang berdampak baik tak hanya bagi pengalaman karirnya tapi jauh lebih vital, akan mendapat pemasukan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Lampu hijau mendaptkan tunjangan sertifikasi.


Lampu hijau tiba-tiba menjadi merah. Usai keluar dari ruangan Kadis DIKPORA, MM lesu hati. Masalahnya belum ada solusi.  Katanya, kadis menghalangi perahlian data dapodik ke sekolah baru dengan alasan, harus menunggu Surat Keputusan lanjutan. 


“Kadis nda kase kita pe data dapodik dipindah di sekolah baru” Ungkapnya kepada KOMENTAR.ID  melalui via whatsapp  “Samua tergantung Kadis, Operator dinas tinggal menunggu keputusan Kadis”Lanjutnya

Keputusan dilematis. Sudah terjatuh, tertimpa tanga pula. Karena Nota dinasnya sudah keluar, sekolah asal pun mengeluarkan datanya dari aplikasi Data Pokok Pendidikan (DAPODIK). Itulah alasan MM kini merasa dipersulit.  Ia bingung harus berbuat apa. Saat ini, data dapodiknya entah harus dikemanakan.  


“Kali ini kita nda bisa apa-apa. Masalah bukan terselesaikan, malah makin ta tumpuk. So nda trima-trima sertifikasi, TTP apa lagi nda dapa-dapa, ta  tambah lagi dengan ini” Kata Guru yang masuk dalam ajang lomba video kreatif tingkat nasional itu.


Sekilas tentang MM, beliau adalah guru kreatif, aktif dalam organisasi Ikatan Guru Indonesia Talaud, dan saat ini terpilih sebagai guru penggerak, langsung dari  program unggul Kementrian Pendidikan. Dan dikabarkan, sekarang dalam tahap seleksi pembuatan video pembelajaran kreatif tingkat Nasional.


Mendengar masalah MM dan segudang prestasinya saat ini, adakah solusi baginya ?


Setelah mengkonfimasi  Drs. Adrianson A.M. Taarega, Kadis DIKPORA Talaud via telpon, Tim Komentar.ID kurang mendapat jawaban yang memuaskan.


“Oh. Kita nda tau soal nota dinas itu. Nanti kita mo cek dari sekolah mana dia” Ucap Taarega singkat.