Lima Analisis Pengamat yang Memprediksi CEP-Sehan Lambung OD-SK di Ibukota -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Lima Analisis Pengamat yang Memprediksi CEP-Sehan Lambung OD-SK di Ibukota

editor: hut_kamrin
Rabu, 28 Oktober 2020

Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Dr Christiany Eugenia Tetty Paruntu SE - Salim Sehan Landjar SH. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID -- 

Ajang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara menunjukan kompetisi paling ketat antara pasangan PDIP Olly Dondokambey - Steven Kandouw (OD-SK) dan pasangan Golkar, PAN, Demokrat Christiany Eugenia Paruntu - Salim Sehan Landjar (CEP-Sehan). 

Kendati terdapat tiga paslon di Pilgub 2020, CEP-Sehan dan OD-SK dianggap yang paling menonjol bertarung di ibukota Sulawesi Utara, yakni Kota Manado. Mengenai peluang meraih kemenangan di ibukota, pengamat politik Fredy B Sumual SIP memperkirakan,  CEP-Sehan unggul signifikan dari OD-SK. Prediksi ini berangkat dari lima fenomena berikut; 

Pertama, komposisi materi paslon. CEP-Sehan adalah representasi Minahasa Raya dan Bolmong Raya. Kombinasi dua tokoh ini berada dalam posisi linear dengan realitas kemajemukan masyarakat Manado. Fakta pluralitas dirawat masyarakat  Manado selama bertahun-tahun. Manado menjadi kota dengan lanskap pluralitas paling komplit. "Ini bukan soal politik identitas. Tapi suatu keniscayaan yang tak terelakan bahwa publik mengapresiasi materi pasangan yang plural," kata Fredy dalam diskusi bebas di bilangan Megamas, Manado, Rabu (28/10) sore. 

Kedua, pemetaan arus bawah menampilkan dikotomi PDIP dan non-PDIP. Arus bawah yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintahan OD-SK dan politik PDIP, cenderung menyasar ke CEP-Sehan. Fenomena asal bukan OD, dengan sendirinya mengarahkan pemilih eksodus ke CEP-Sehan.  

Ketiga, sikap Golkar di pusaran pro-kontra APBD Perubahan 2020. Instruksi CEP bagi Fraksi Golkar untuk membahas dan mengawal hak ribuan warga Manado menjadi momentum populis. CEP berdiri tegak, ketika publik menuntut hak dasar di postur APBD-P  Pemkot Manado Tahun Anggaran 2020. "Pada posisi ini, rakyat melihat Golkar sungguh-sungguh menjalankan amanat. Gagal adalah resiko kekurangan suara di parlemen. Tapi komitmen kerakyatan yang utama. Itu di bawah pimpinan CEP sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut," tutur dia. 

Keempat, mesin Golkar Manado fokus ke Pilgub. Hubungan Golkar Manado dan pasangan calon kepala daerah yang diusung, praktis tak terikat. Golkar Manado malah tanpa beban dan lebih konsen memenangkan CEP-Sehan. 

Kelima, fakta masa lalu. Partai berlambang kepala banteng itu belum pernah mencatat sejarah kemenangan di ibukota. Sekalipun PDIP menyegel seperempat jumlah kursi DPRD, fakta ini bukan jaminan untuk Pilgub. "Pertarungan legislatif itu menghitung biji (voters). Itu mau tidak mau dibikin calon legislatif. Tapi untuk Pilkada, motifnya lain. Sulit diterka dan pemilih cukup labil," tandas dia. 

Kendati dominan analisis kemenangan CEP-Sehan, Fredy mengisyaratkan sikap Golkar dalam krisis APBD-P merupakan isu paling krusial yang mendongkrak CEP-Sehan. "Jika CEP mampu membangun komunikasi politik dengan partai-partai lain, akan mempengaruhi tingkat elektabilitas CEP-Sehan," tandas dia. (*)