Siang Pak Kapolda! Oknum Polisi Penjaga Tambang Boltim, Nakalnya Minta Ampun -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Siang Pak Kapolda! Oknum Polisi Penjaga Tambang Boltim, Nakalnya Minta Ampun

editor: hut_kamrin
Kamis, 29 Oktober 2020

Ilustrasi lokasi tambang. Foto: Istimewa

Boltim, KOMENTAR.ID

Ulah oknum polisi di salah satu lubang tambang Sami, di Bolmong Timur luar biasa. Oleh beberapa penambang, polisi berinisial D itu dianggap kurang ajar.
Informasi yang diperoleh KOMENTAR.ID, polisi berinisial D dikeluhkan para penambang akibat perlakuannya terhadap penambang. Kendati sering diberi jatah oleh para penambang, D merasa tak puas. Ia meminta jatah pengolahan sendiri dengan memasukan pekerja. 

Awalnya masyarakat penambang memberi izin karena akan berbagi rejeki. Belakangan, oknum ini ‘ngelunjak’ dan ingin menguasai lahan yang hanya dipinjamkan tersebut. 

“Setiap kali kami selesai mengolah hasil, kami sering memberikan jatah kepada oknum polisi itu. Rokok pun kami siapkan setiap naik ke lokasi. Lalu dia meminta jatah memasukan orang untuk waktu-waktu tertentu.  Dan itu kami izinkan. Tapi lama-lama, dia malah mengancam kami tidak boleh masuk lahan atau lubang tambang milik kami sendiri. Bahkan, orang kerja kami tidak  diperbolehkan bekerja,” keluh para penambang Sami Boltim, kepada KOMENTAR.ID, Rabu (28/10). 

Parahnya, polisi tersebut sering mengkonsumsi minuman keras di lokasi. Dalam kondisi mabuk oknum ini sering melakukan pengancaman kepada penambang. Bahkan tanpa sebab kerap mengeluarkan tembakan ke udara. 

“Di pos penjagaan barang bawaan kami diperiksa, kalau bawa minuman keras disita juga kedapat membawa handphone android, diambil kemudian dihancurkan. Jadi tidak boleh membawa minuman keras. Tapi justru oknum polisi itu yang minum-minum hingga mabuk. Kalau mabuk sering mengancam penambang. Sering juga buang tembakan, padahal tidak ada masalah sama sekali. Kami berharap ada perhatian dari Kapolda agar oknum polisi yang menakut-nakuti untuk ditindak. Kami hanya bekerja  mencari nafkah. Kalau ada oknum seperti itu kami merasa terancam,” tandas penambang. 

Sementara itu, Victor Lolowang, salah satu aktivis Sulut menegaskan, masyarakat penambang patut dilindungi. Apalagi ada pengamanan dari polisi yang tugasnya melindungi dan mengayomi serta melayani. Jika terjadi adanya oknum polisi yang justru sebaliknya memberikan rasa takut kepada masyarakat, Polda Sulut harus mengambil tindakan tegas karena polisi yang ditempatkan di lokasi-lokasi vital patut menjaga stabilitas keamanan. 

“Harus ditindak tegas oknum polisi yang seperti itu. Karena polisi wajib memberikan contoh. Kalau ada yang ditugaskan di lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan, patut memberikan kenyamanan bagi masyarakat terlebih di lokasi pertambangan rakyat,” tegas Lolowang. (kid)