Dua Sahabat Karib Berduel Kursi Empuk Sekda Sangihe -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Dua Sahabat Karib Berduel Kursi Empuk Sekda Sangihe

editor: verry_bawoleh
Kamis, 08 Oktober 2020

 


Steven Lawendatu Kepala BKPSDM Sangihe


Tahuna,KOMENTAR.ID

Akhirnya hanya tetap dua kandidat calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara hingga memasukki tahap keenam, yakni tahap seleksi Uji Kompetensi Manejerial dan Kompetensi Sosial Kultural (Assesmen Center), Kamis (07/10/20). 

Siapa kedua kandidat dimaksud, tak lain Melanchton Harry Wolff yang saat ini menjadi Penjabat Sekda Sangihe serta Jopy Thungari yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Yang menarik, dua kandidat ini ternyata bukan sekedar pejabat, tapi dua orang sahabat karib yang berteman kental sejak kecil hingga sama-sama menjadi pejabat teras Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Namun meski sahabat karib, Jopy yang ditemui usai tes di ruang Vidcon Dinas Komunikasi dan Informatika Sangihe, mengaku ia tetap mengedepankan profesionalisme dan kompetensi serta skill dalam mengikuti seleksi Sekda.

"Saya dan pak Harry itu sahabat karib dan kebetulan tersisa kami berdua mengikuti seleksi calon Sekda, tapi seperti apa hasil akhir nanti saya serahkan ke panitia seleksi serta penentu akhir,"kata Jopy.

Hal senada juga dilontarkan Harry saat ditemui di ruang kerjanya. Ia mengaku dalam seleksi jabatan Sekda Sangihe, bagi dirinya bukan bersaing siapa yang harus jadi, tapi bagaimana masing-masing tetap memberikan yang terbaik sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki.

"Saya dan pak Jopy sudah bersahabat sejak kecil, sehingga dalam seleksi ini bukan persaingan, tapi siapa yang dipercayakan nanti kami akan saling membantu. Jadi siapa nanti yang akan terpilih itulah yang terbaik,"ungkap Harry.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Daerah Sangihe, Steven Lawendatu mengatakan, ada sebelas tahapan yang harus dilalui kedua calon, dan siapa yang akan terpilih nanti tak bisa diintervensi karena sudah sesuai hasil seleksi.

Disentil sengitnya jalannya seleksi hingga tahapan keenam, tak ditepis Steven. Ia bahkan mengaku sulit diterka siapa yang paling berpeluang terpilih sebagai Sekda.

"Wah, kedua kandidat sama-sama memiliki kemampuan dan kelebihan masing-masing dan memang keduanya pantas menjadi calon, tinggal siapa yang terpilih itu sesuai hasil seleksi yang akan dilaporkan ke pejabat pembina kepegawaian, selanjutnya kita tunggu hasil akhir,"jelas Steven yang juga sebagai salah satu panitia seleksi.