Asuransikan 6000 Tenaga Kerja, Jabes Tandatangani MOU Dengan BPJS -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Asuransikan 6000 Tenaga Kerja, Jabes Tandatangani MOU Dengan BPJS

editor: verry_bawoleh
Jumat, 09 Oktober 2020

 

Bupati Jabes Ezar Gaghana Tandatangani MoU

Tahuna,KOMENTAR.ID


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)  melalui Dinas Tenaga Kerja Sangihe kembali mengasuransikan 6000 tenaga kerja formal dan informal.


Mengawali kegiatan tersebut, Jumat (09/10/20) dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana bersama Kepala Badan Penyelengggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan Provinsi Sulut Hendrajanto.


Dikesempatan membawakam sambutan,  Jabes menegaskan ketika pemerintah memfasilitasi BPJS ketenagakerjaan, kedepan dapat memberikan gambaran dan jaminan bahwa peserta BPJS merasa lebih tenang, lebih aman untuk melakukan sesuatu. 


"Harapan kami ketika pemerintah memfasilitasi BPJS ketenagakerjaan ini, teman-teman pekerja akan lebih tenang, lebih aman untuk bekerja dan melakukan sesuatu,” kata Jabes.


Orang nomor satu di Sangihe itu juga mengatakan, diasuransikanya para pekerja, menunjukan kehadiran dan perhatian pemerintah untuk memproteksi para pekerja yang menyelenggarakan kegiatan pemerintahan di Kepulauan Sangihe.


“Bukan kita hanya berpikir hal buruk terjadi,   namun juga kita tidak tahu apa yang terjadi, sehingga menjadi tugas pemerintah untuk melindungi para pekerja melalui program BPJS tenaga kerja,”ujar Jabes sembari berharap, dengan adanya program ini menjadi pendorong bagi pekerja untuk meningkatkan kinerja.


Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sangihe Dokta Pangandaheng menjelaskan, penandatangan MOU BPJS Ketenagakerjaan bagi 6.000 peserta sudah termasuk yang diadendum dari yang semula hanya berjumlah 3.390.


“Tadi yang diadendum hanya THL, Buruh Bagasi, Perangkat Desa dan Kelurahan, Petugas Kebersihan serta Tenaga Medis. Tetapi ada ketambahan jumlah yang sebelumnya 3.390 menjadi 6.000 orang termasuk 25 insan pers serta petani dan nelayan yang baru tahap pertama,” jelas Dokta.