Sadis! Di Manado Orang tak Pakai Masker Langsung Dicap “Penyebar Corona” -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Sadis! Di Manado Orang tak Pakai Masker Langsung Dicap “Penyebar Corona”

editor: komentar.id
Selasa, 15 September 2020

Sanksi sosial pelanggar protap kesehatan di Kota Manado. (foto: istimewa/komentar.id)

Manado, KOMENTAR.ID

Sanksi hukuman sosial pelanggar protokol kesehatan di Kota Manado, Sulawesi Utara, dianggap tidak normal di era new normal.

Bukan apa-apa, warga yang kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktivitas, langsung dicap sebagai penyebar Corona!

Hukuman sosial pelanggar protap kesehatan diberikan kepada warga yang tidak menggunakan masker, saat razia tim gabungan, di Kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) pusat kota Manado, Senin (14/09/2020).

Warga mau tidak mau harus menanggung malu dan derita memegang selembar kertas putih bertuliskan: Jangan Rupa Kita, Kita Penyebar Corona, ketika kedapatan tidak menggunakan masker.


Kasat Pol PP Manado Yohannis Waworuntu SE LLAJ dikonfrontir soal ini menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan gabungan dengan ‘sandi’ Operasi Sadar Masker.

“Jadi ini adalah giat gabungan TNI, Polri, Pol PP. Nah masing-masing punya tugas dan melakukan kegiatan dengan tujuan untuk penanganan Covid-19,” ungkap Waworuntu via telepon, Selasa (15/09/2020).

Pol PP dalam kegiatan di TKB tersebut menurut Waworuntu sifatnya hanya pendampingan. Sementara leading sectornya adalah Polsek Wenang.

Dalam memberikan hukuman atau sanksi sosial, Pol PP pun menurut dia punya cara tersendiri. 

“Kalau Pol PP, satgabnya, kita lakukan hukuman sosial berupa push up, bending atau ucapin Pancasila atau naik mobil kerangkeng,” sebutnya.

“Ada juga dikenakan sanksi sosial, bersihkan lokasi, kumpulkan sampah-sampah disekitarnya dan untuk selanjutnya disuruh gunakan masker dan jaga jarak,” tambah Waworuntu sembari mengatakan pelanggar protap kesehatan tercatat sudah sebanyak 157 orang.

Secara terpisah, Kapolsek Wenang AKP Benyamin Noldy Undap dikonfrontir soal ini meminta agar konsep tulisan dalam selembar kertas itu tidak dipersoalkan terlalu jauh.

“Jangan mencari kesalahan soal kata kata. Konsep itu langsung jadi, marilah kita menghargai kinerja aparat kepolisian dalam mengedukasi masyarakat, agar penyakit ini cepat hilang. Daerah lain sampai di bawa ke kuburan, ini proses efek jera buat masyarakat agar menaati protokol kesehatan. Apalagi daerah kita kan masuk zona merah," tangkis Kapolsek Undap.

(kid/yha/rol)