Ratusan APK Kandidat Diikat di Pohon dan Tiang Listrik, Paling Banyak di Tuminting -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Ratusan APK Kandidat Diikat di Pohon dan Tiang Listrik, Paling Banyak di Tuminting

editor: hut_kamrin
Selasa, 15 September 2020

Kolase foto APK kandidat bermasalah. Foto: Bawaslu Manado

Manado, KOMENTAR.ID -- 
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Manado menemukan ratusan alat peraga kampanye (APK) bermasalah. APK berupa baliho, spanduk, banner, bendera dan semacamnya begitu ramai di ruas-ruas kota. Di Manado, hampir semua kawasan begitu padat dengan APK tersebut. 

Bagi Bawaslu Kota Manado, selama Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menentukan secara defenitif pasangan calon, maka seluruh APK tersebut belum bisa ditertibkan.

Namun, Bawaslu berkapasitas untuk mengimbau kepada peserta pilkada, figur dan pihak-pihak tertentu, untuk tidak memasang APK di tempat-tempat terlarang, seperti tempat ibadah, gedung pemerintah, ikat dipohon, tiang listrik, gedung pendidikan dan sebagainya. 

Pantauan Bawaslu, dari 451 APK, ada 353 APK jenis baliho, 49 banner, 31 baliho dan 19 bendera yang masuk kategori bermasalah penempatannya.

"APK yang berseliweran dan bermasalah itu didominasi milik pasangan calon walikota/wakil walikota sebanyak 248, 110 milik kandidat Gubernur/Wakil Gubernur, Figur sebanyak 72 dan sisanya APK milik partai politik sebanyak 22," beber Taufik Bilfaqih, Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga, Bawaslu Kota Manado, Selasa (15/9), di akun Bawaslu Manado. 

Jenis-jenis masalah yang ditemui pada pemasangan APK tersebut diantaranya, 137 diikat di tiang listrik, 118 diikat atau dipaku di pohon, 13 samping jalan raya, 10 di badan jalan, 10 di fasilitas pemerintah, 3 di rumah ibadah, sisanya di tempat-tempat yang memang terlarang.

Sementara itu, kecamatan yang paling banyak APK bermasalah adalah Tuminting dengan 121 APK, Wenang 101, Paal Dua 59, Sario 52, Mapanget 27, Bunaken 26, Tikala 23, Singkil 21, Wanea 14, Malalayang 6 dan Bunaken Kepulauan 4 buah APK.

"Bawaslu berharap, Pemerintah Kota Manado dapat mengambil peran penuh untuk menata Kota dari banyaknya APK yang sesungguhnya bermasalah penempatannya. Bawaslu juga memastikan, jika penetapan pasangan calon sudah diumumkan, maka seluruh APK tidak lagi berada di ruang publik kecuali masa kampanye nanti," tulis Taufik. (*)