Rakyat Diminta Bersabar, Ada yang Mencurigakan di APBD- P dan Pinjaman Pemkot Manado -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Rakyat Diminta Bersabar, Ada yang Mencurigakan di APBD- P dan Pinjaman Pemkot Manado

editor: hut_kamrin
Senin, 28 September 2020

Personil Fraksi PDIP Hengky Kawalo dan Jeane Laluyan. Foto: Kolase KOMENTAR.ID

Manado, KOMENTAR.ID -- 

Rakyat Kota Manado diminta bersabar. Kontroversi cepat atau lambannya pembahasan postur perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 menyingkap sejumlah kecurigaan. Beberapa anggota DPRD Kota Manado mengendus, desakan membabi buta yang dilancarkan eksekutif, memuat motif politik di belakang APBD-P. 

"Bayangkan, baru saja memasukan APBD-P langsung minta pembahasan. Marah-marah lagi.  Padahal ada mekanisme bahwa kita harus memperhatikan rasionalitas dan urgenitas pembahasan," tegas anggota DPRD Hengky Kawalo, Senin (28/9), di Manado. 

Kecurigaan menguat, setelah terungkap Surat Pemberitahuan Pinjaman Pemkot Manado di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar. DPRD geram, surat pemberitahuan pinjaman datang seolah-olah DPRD tidak berhak mengetahui isi pinjaman tersebut. Padahal menurut Kawalo, ada mekanisme, bahwa pinjaman itu disampaikan ke dewan lima hari,  sebelum diajukan ke institusi yang yang meminjamkan uang. 

 "Seenaknya memasukan jumlah pinjaman. Lalu tuntut DPRD bahas. Maksud Anda (walikota) apa? Alasan kepentingan rakyat, rakyat yang mana. Databasenya mana? Ada apa ini? Jangan seenak perut menjual nama rakyat. Kita semua punya rakyat. Tapi soal keuangan dan anggaran negara, tidak boleh membabi buta," tegas Kawalo. 

Personil Fraksi PDIP Jeane Laluyan meminta publik tidak langsung memercayai pernyataan atas nama rakyat yang disembur pemkot. Karena DPRD masih mendeteksi motif desakan pembahasan APBD Perubahan yang belakangan terungkap ada pinjaman Rp300 miliar. 

"Keputusan kami untuk meneliti dulu tujuan APBD perubahan 2020 adalah juga untuk rakyat. Pemkot sudah telat memasukan draf, giliran baru diterima Sekretariat DPRD langsung gedor. Muncul pinjaman lagi. Nah atas nama rakyat Manado, kita harus teliti dulu sebelum pembahasan. Kita tidak mau, pemerintahan berikut dibebani hutang yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan secara detil,” jelas Laluyan. (*)