Rahman Ismail: ASN, TNI dan Polri Wajib Netral -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Rahman Ismail: ASN, TNI dan Polri Wajib Netral

editor: allan_frank
Jumat, 18 September 2020

Rahman Ismail.

Minut, KOMENTAR.ID

Komisioner Bawaslu Minahasa Utara, Rahman Ismail, menekankan soal netralitas aparat pemerintah dan aparat hukum terkait Pilkada patut diprioritaskan.

"ASN, TNI dan Polri wajib netral," tegas Rahman.

Pria asal Buton, Sulawesi Tenggara ini menyinggung keterlibatan aparat pemerintah dalam Pilkada sangat mengganggu jalannya pesta demokrasi. Sebab, ketidakseimbangan rentan terjadi apabila ASN, TNI dan Polri terlibat dalam pesta politik, sehingga jelang pelaksanaan hingga hari H masalah ini harus diawasi ketat.

"Sudah ada pengalaman yang lalu-lalu. Salah satu prioritas kami selaku pengawas akan menindaklanjuti masalah itu,"ujar Rahman.

Pernyataan itu menjawab desakan aktivis William Luntungan. Sebelumnya Luntungan menyinggung soal netralitas. Kepada KOMENTAR. ID, Luntungan menegaskan, netralitas dapat saja berubah ketika pesta demokrasi digelar. Masalah ini seolah-olah sudah menjadi kebiasaan bahkan sering disinggung setiap kali dihelat pemilihan umum.

Sebab, kerap terbukti adanya oknum aparat pemerintah maupun aparat hukum yang netralitasnya terganggung akibat politik.

"Tentunya saya berharap netralitas tetap dijunjung agar pesta demokrasi berjalan baik dan profesional," ujar Luntungan.

Luntungan pun dengan tegas menyatakan, pada pemilihan kepala daerah beberapa tahun lalu tidak sedikit aparat pemerintah yang terbukti mendukung salah satu pasangan calon hingga menjalani proses pemeriksaan atau sidang oleh institusi pengawas pemilu.