Pemkab Sangihe Bantu Dana Pendidikan Mahasiswa Kurang Mampu -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Pemkab Sangihe Bantu Dana Pendidikan Mahasiswa Kurang Mampu

editor: verry_bawoleh
Selasa, 15 September 2020

Vita Bogar (Foto: Komentar.ID)

Tahuna,KOMENTAR.ID

Tahun 2020 ini ada 80 Mahasiswa semester akhir jenjang Diploma III (D3) dan Strata I (S1) menerima bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara.

Dikatakan Kepala Bagian Kesejahteraan Sekretariat Kantor Bupati Sangihe Ferdinand Manumpil  melalui Kasubag Kesejahteraan Sosial Vita Bogar,  bantuan pendidikan dimaksud merupakan bentuk kepedulian Pemkab Sangihe kepada mahasiswa semester akhir yang berlatar belakang kurang mampu yang akan menyelesaikan akhir studi.

“Bantuan diberikan kepada mahasiswa yang kuliah di Sangihe maupun diluar Sangihe dan berdasarkan data yang dimasukan mahasiswa melalui permohonan dalam bentuk proposal tahun 2019 lalu. Jadi ada 80 mahasiswa asal Sangihe yang terakomodir dalam bantuan pendidikan ini,” kata Vita Selasa (15/09/20).

Lanjut dikatakan, total anggaran yang dikuncurkan sebanyak Rp 192.500.000, dengan rincian untuk mahasiswa D3 berjumlah 15 orang dengan total anggaran Rp 30 juta serta mahasiswa S1 dengan jumlah 65 orang total anggaran Rp 162.500.000.

“Khusus mahasiawa D3 menerima Rp 2 juta per orang sedangkan S1 Rp 2,5 juta per orang. Saat ini realisasinya sudah sekitar 75 persen, yang lainnya masih sementara melengkapi berkas mengingat terkendala situasi pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Dijelaskan Vita, prosedur bagi mahasiswa yang akan mendapatkan bantuan pendidikan yaitu, memasukan permohonan dalam bentuk proposal dengan melampirkan Surat Keputusan (SK) aktif kuliah, SK kurang mampu dari lurah atau kapitalaung, foto copy kartu mahasiswa, KTP Sangihe dan transkrip nilai.

“Setelah berkasnya sudah lengkap dan memenuhi syarat,  akan diproses sebagai calon penerima. Dan nama yang sudah ada di SK harus memasukan nomor rekening mereka,” jelas Vita.

Terkait muncul pertanyaan mengapa tidak ada penerima dari mahasiswa S2 dan S3, itu menurut Vita  karena jenjang S2 dan S3 tidak memenuhi syarat.

“Ada beberapa mahasiswa jenjang S2 yang memasukan tetapi tidak memenuhi syarat karena mahasiswa dimaksud bukanlah menyelesaikan studi S2 melainkan profesi seperti ners, apoteker dan itu tidak ada dalam aturan, termasuk untuk S3, mahasiswanya bukan domisili Sangihe,”ujarnya.