Ini Pesan Bupati Talaud di FGD Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Ini Pesan Bupati Talaud di FGD Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah

editor: hut_kamrin
Rabu, 29 Juli 2020

Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut membuka FGD Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah. Foto: Istimewa


Melonguane, KOMENTAR.ID -- 
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud melalui Dinas Pariwisata menggelar Focus Group Discussion (FGD), di Pantai Arangats, Melonguane Barat, Rabu (29/7). FGD itu membahas pokok pikiran kebudayaan daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. 

Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Kepulauan Talaud dr. Elly Engebert Lasut, ME, Wakil Bupati Kepulauan Talaud Moktar Arunde Parapaga, Ketua Dewan Adat Talaud Arvan Bawangun SH. MH. 

Adapun narasumber dari Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut, Tokoh Adat, Assisten Tata Pemerintahan dan Kesra, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Staf Ahli, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kadis Lingkungan Hidup, dan Kadis Pemukiman.

Kegiatan dimulai dengan doa oleh Postan Taruh, dilanjutkan dengan laporan oleh Kepala Dinas Pariwisata Stevenheiner Edwin Maarisit.

Bupati Kepulauan Talaud Elly Engelbert Lasut membuka secara resmi kegiatan yang ditandai dengan pemukulan tetengkoran.

E2L menyampaikan, dalam rangka menarik kesimpulan cara berpikir dari tokoh-tokoh adat yang kemudian diimplementasikan dalam kebijakan pembangunan kedepan, Bupati Kepulauan Talaud dalam Rapat Penganggaran Jangka Menengah Daerah Tahun 2020-2025, mengenai pokok-pokok pikiran yang berkembang di masyarakat dan anggota DPR sudah dimasukkan dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah.

Langkah-langkah yang dilakukan salah satunya adalah meningkatkan kualitas budaya di Kabupaten Kepulauan Talaud melalui kebijakan pembangunan di sektor pariwisata. 

"Dengan melestarikan nilai-nilai budaya yang bertumbuh dan berkembang di dalam kehidupan masyarakat Talaud, diharapkan dapat menjadi dasar untuk mendatangkan pendapatan dan daya tarik sendiri bagi Talaud," ujar E2L. 

Pemerintah daerah akan melibatkan para tokoh adat dalam pembangunan situs-situs budaya tersebut.

Pada kegiatan Focus Group Discussion ini, bupati mengajak para tokoh adat yang hadir untuk memutuskan langkah perbaikan dan pengamanan situs budaya, dengan begitu tindaklanjut alokasi dana pembangunan bisa dilaksanakan.

Bupati khawatir situs budaya yang ada nantinya bisa tererosi/abrasi bahkan hilang karena tidak adanya pencegahan, perbaikan dan pengamanan situs-situs budaya yang ada. Dan untuk melakukan perbaikan situs atau pembangunan tersebut diperlukan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup selanjutnya disebut UKL- UPL dalam hal ini mengenai izin lingkungan.

“Sehingga apabila telah diambil kesepakatan oleh tokoh-tokoh adat, maka hal tersebut bisa menjadi pertimbangan pihak pemerintah provinsi untuk kemudian memberi izin membangun pengamanan situs budaya," ujarnya. 

Dalam kesempatan ini juga Bupati Kepulauan Talaud meminta tokoh-tokoh adat agar dapat mengusulkan dan memutuskan lokasi situs-situs budaya dalam satu paket agar kemudian bisa dilanjutkan dengan pembangunan.tambanya

Bupati berharap acara Manduru’u Tonna ke depan bisa diselenggarakan di lokasi situs-situs budaya yang ada. Di penghujung acara tim penyusun menyerahkan buku pokok-pokok pikiran daerah ( PPKD) kepada E2L. (*)