BSRS Rp 4 M Direalisasi, Jabes Letakkan Batu Dasar di Kecamatan Kendahe -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

BSRS Rp 4 M Direalisasi, Jabes Letakkan Batu Dasar di Kecamatan Kendahe

editor: verry_bawoleh
Minggu, 20 September 2020

Jabes Lakukan Peletakkan Batu Dasar BSRS (Foto Istimewa Komentar.ID)

Tahuna,KOMENTAR.ID

Pembangunan Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) berbandrol Rp 4 miliyar mulai direalisasikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara.

Realisasi ditandai dengan penyerahan Buku Tabungan dan Peletakan Batu Dasar oleh Bupati Jabes Ezar Gaghana sekaligus dimulainya Pembangunan BSRS di Kampung Talawid dan Tariang Lama Kecamatan Kendahe, Sabtu (19-09-20).

Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Daerah Kabupaten Sangihe, Mandiri Gaghana dalam laporannya menyampaikan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR kembali mengalokasikan BSRS lewat DAK sebanyak 111 unit dengan anggaran Rp 4 miliar lebih yang tersebar di lokasi afirmasi yakni daerah khusus perbatasan dan pulau terluar diantaranya Kecamatan Kendahe, Tabukan Utara, Nusa Tabukan dan Marore.

“Masing-masing mendapatkan 35 juta per unit. Dengan rincian 30 juta untuk bahan bangunan dan 5 juta untuk upah kerja. Kampung Talawid mendapat kuota 15 unit, Tariang Lama 15 unit, Moade 21 unit, Nusa 20 unit Bukide 20 unit dan Matutuang 20 unit,” jelasnya.

Diakui Mandiri, Bantuan ini nyaris tak tersalurkan, karena di bulan Maret 2020 dana untuk BSRS ditarik oleh pusat karena situasi pandemi covid-19.

“Tetapi bersyukur, pak Bupati berhasil melobi kembali, sehingga pembangunan BSRS untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) segera dimulai dengan jangka waktu hingga Desember 2020,” terang Mandiri.

Jabes Serahkan Buku Tabungan Kepada Penerima Bantuan

Sementara itu, Bupati Jabes Ezar Gaghana mengungkapkan sektor perumahan ini adalah bagian dari pelayanan dasar yang sangat menentukan sebuah kemajuan pembangunan disetiap daerah. Didalamnya ada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menurunkan angka kemiskinan.

“Ini adalah harapan kita. Dengan adanya rumah swadaya yang akan dibangun, sektor ini akan mengurangi jumlah masyarakat miskin dan otomatis IPM akan naik. Juga masyarakat akan mendapatkan rumah yang layak huni,” ujar Jabes.