Seleksi KPID Sulut, Andrei Angouw: Penyiaran Bentuk Kedaulatan Rakyat -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Seleksi KPID Sulut, Andrei Angouw: Penyiaran Bentuk Kedaulatan Rakyat

editor: rolly_sondakh
Selasa, 22 September 2020

Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dampingi Gubernur Olly Dondokambey dalam pembukaan seleksi anggota KPID. (Foto Humas Deprov)


Manado, KOMENTAR.ID


Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw didampingi para pejabat Forkopimda membuka secara resmi seleksi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Utara di Manado Town Square ( Mantos) tiga, jalan piere tendean Sario Tumpaan Manado, Senin (21/9/2020).


Gubernur Sulut Olly Dondokambey, yang menghadiri kegiatan itu mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja tim seleksi KPID yang di ketuai Drs Stefanus Vreeke Runtu. Dengan hasil yakni 137 peserta yang mendaftar, dan yang lolos tahapan berkas administrasi sebanyak 109 peserta, dan langsung mengikuti tahapan selanjutnya.

“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada tim seleksi yang telah bekerja aktif dan transparan dan Indenpedensi dalam menyelesaikan tugas dengan baik," kata Gubernur OD.

Ditambahkan, adanya tim pengawas dari DPRD Manado, pemerintah punya batasan dalam mengeluarkan keputusan hingga proses penetapan

“Keterlibatan Pemda hanya sebatas mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dari hasil yang sudah diproses untuk menetapkan nama-nama calon anggota KPID. Selebihnya Tim Pengawas Komisi I DPRD Sulut yang berkompeten. Juga diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsi serta tanggung jawab yang diberikan masyarakat Sulut melalui DPRD Provinsi, dalam hal ini pelaksanaan seleksi Komisioner KPID,” tegasnya.

Senada diungkapkan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw. Angouw memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja tim seleksi KPID, sekaligus upaya maksimal dengan menghasilkan peserta yang jumlah begitu banyak.

"KPID tertuang dalam UU 32 tahun 2002 dengan semangat bahwa penyiaran itu adalah ruang publik. Sehingga sinergitas antara pemerintah mampu menyodorkan bentuk kedaulatan rakyat melalui seleksi dari DPRD dan di tetapkan oleh Gubernur," tandas Angouw.

Meski begitu, Ia juga mengingatkan bagi para pelaku industri penyiaran, khususnya di daerah agar bisa bekerja dalam menjaga stabilitas pembangunan dan keamanan di provinsi Sulawesi Utara.

“Para pelaku industri penyiaran diharapkan bukan hanya selektif, namun mampu mempublikasikan sesuatu yang membangun, agar jangan sampai menimbulkan perpecahan dan rasa kebencian, harus mengelolanya dengan baik," ucap Angouw.

Hadir pembukaan kegiatan ini,Gubernur Sulut Olly Dondokambey DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekprov Sulut Edwin Silangen , Ketua Komisi I DPRD Sulut Vonny Paat, Rektor Unsrat Ellen Kumaat, Asisten III Gammy Kawatu, dan Anggota DPRD Sulut dan Forkopimda. Acara ditutup dengan pemukulan tetengkoren.

***