Ada Nama Mantan Kapolres Bolmong di Laporan Penipuan dengan Pelapor Politisi PDIP Sulut -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Ada Nama Mantan Kapolres Bolmong di Laporan Penipuan dengan Pelapor Politisi PDIP Sulut

editor: hut_kamrin
Jumat, 11 September 2020


Kuasa Hukum Terlapor, Sadik Gani SH MH


Manado, KOMENTAR.ID -- 
Penyidikan laporan dugaan penipuan yang dilancarkan politisi PDIP Sulawesi Utara (Sulut) Agustin Kambey, di Polres Manado menyingkap nama seorang perwira tinggi Polri. Nama Brigjen Gatot Tri Suryanta tercatut dalam kasus yang menyeret dua warga yakni James J Tatompol dan Fredy Marsel Pangalila. 

Kuasa Hukum tersangka, Sadik Gani SH MH dan tim menjelaskan, dalam sesi pemeriksaan terhadap Marsel, Jumat (11/9) di Polresta Manado, tidak dapat dibuktikan ada penyerahan uang Rp1 miliar kepada James maupun Marsel. 

Uang yang dijanjikan pelapor Agustin Kambey ternyata tidak terealisasi. Menariknya, duit yang tak terealisasi  itu sesungguhnya milik Brijen Gatot yang sempat menjabat sebagai Kapolres Bolmong. 

"Jadi klien kami, tidak menerima uang senilai Rp1 miliar," ujar Sadik kepada KOMENTAR.ID.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi di kediamannya, Senin (7/9), Agustin Kambey kesulitan menunjuk bukti penyerahan uang Rp1 miliar. Politisi yang sebentar lagi akan duduk di DPRD Sulut menggantikan Andre Angouw itu menyebut, hanya pernah melakukan transfer Rp100 juta di Bank Mandiri. "Yang Rp900 juta itu diberi tunai. Tapi buktinya, yah nanti mau diambil di penyidik. Soalnya sudah lama," kata Kambey.

Dia kemudian, mengakui ada kelemahan Akta Notaris mengenai perjanjian antara dirinya dan James Tatompol. Katanya, pada Akta Notaris itu, hanya saduran pernyataan verbal tanpa bukti kwitansi uang dan jaminan. "Memang kelemahan di Akta Notaris karena tidak melihat jaminan," singgung Kambey. 

Ia juga tidak menampik soal hubungannya dengan Brigjen Gatot yang saat ini berkarya di BPK RI. "Benar kami ada hubungan kerja,” pungkas Kambey. 

Menanggapi pengakuan Kambey mengenai transferan Rp100.000.000, lelaki Marsel menegaskan, itu bukan bagian dari perjanjian Rp1 miliar. "Itu untuk bayar sparepart exavator saat itu. Jadi urusannya lain. Yang Rp1 miliar itu tidak direalisasi," kata Marsel. 

Mengenai laporan Agustin Kambey di Polresta Manado, tersangka James Tatompol sudah melapor balik Kambey di Polda Sulut. 

Ia memidanakan Kambey dengan tuduhan membuat keterangan palsu dan memfitnah dengan tujuan menyerang kehormatan dirinya. Adapun laporan dengan nomor polisi STTLP/401.a/IX/2020 diterima Ka SPKT Polda Ka Siaga II Sulut Peter Gosal SH MH pada Minggu (6/9/2020). (*)