Salurkan BLT di 6 Kelurahan, Walikota Max Lomban Sosialisasikan Program “GEBRAK MASKER” -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Salurkan BLT di 6 Kelurahan, Walikota Max Lomban Sosialisasikan Program “GEBRAK MASKER”

editor: komentar.id
Selasa, 18 Agustus 2020

Walikota Bitung Max J Lomban menyosialisasikan program Gebrak Masker sekaligus memantau langsung penyaluran BLT di Kota Bitung, Selasa (18/08/2020). (Istimewa/Komentar.ID) 

Bitung, KOMENTAR.ID

Pastikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) berjalan lancar dan tepat sasaran kepada masyarakat, Walikota Bitung, Maximiliaan Jonas Lomban (MJL) turun dan menyalurkan langsung BLT kepada masyarakat di 6 Kelurahan pada 3 Kecamatan di Kota Bitung.

Ditegaskan Walikota MJL, penyaluran BLT harus tepat sasaran sebagaimana jumlah penerima yang diusulkan pemerintah kelurahan setempat.

"Jadi pemberian BLT ini tidak pilih-pilih penerimanya. Nama-nama yang terdata sesuai hasil musyawarah dan mufakat di setiap kelurahan," tegas Walikota MJL.

"Penerima berhak menerima BLT dengan jumlah Rp 300 Ribu tak ada potongan. Kalau ada potongan, laporkan ke saya," sambung Walikota MJL.

Walikota pun berpesan agar BLT yang diberikan pemerintah tersebut, dimanfaatkan sebijak mungkin untuk kebutuhan pokok setiap hari.

"Jangan dipakai untuk membeli handphone atau barang lainnya yang tak terlalu penting," kata Walikota.


Dalam penyaluran BLT tersebut, Walikota MJL juga memastikan berjalannya program Gerakan Bersama Memakai (GEBRAK) MASKER sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi selain penyaluran BLT ini, ada juga pembagian masker dalan rangka Program GEBRAK MASKER dari Presiden Jokowi. Sehingga saya minta perencanaan Kelurahan kedepan harus ada pengadaan masker, agar supaya setiap orang memiliki 4 buah masker," kata Walikota di sela penyaluran BLT, Selasa (18/08/2020).

Lanjut dikatakan Walikota, untuk pengadaan masker di setiap kelurahan harus memanfaatkan jasa penjahit lokal, sehingga perputaran ekonomi hanya berputar di kota Bitung saja.

"Kita pesan kain disini lalu dibagikan kepada para penjahit yang ada di setiap kelurahan, lalu dibeli kembali dari penjahit. Sehingga perputaran ekonomi yang dialokasikan pemerintah berputar terus di kota Bitung," ujar Walikota MJL.

Ditambahkan Walikota, dengan adanya pembagian masker diharapkan ada kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan masker di setiap beraktifitas di luar.

"Sudah diberi masker harus dipakai, karena sesuai peraturan yang saya keluarkan ada sanksi sosial bagi yang tak memakai masker. Baik itu berupa menyapu jalan, menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu akan direkam dan diviralkan. Sehingga akan memberi efek malu bagi yang tak memakai masker," tukas Walikota MJL.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota MJL terus mengingatkan masyarakat agar menerapkan 5 M untuk mencegah terkena COVID-19. Yaitu, Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjaga Imun dan Memanjatkan doa pada Tuhan.

Diketahui, Walikota MJL turun di enam Kelurahan diantaranya, Kelurahan Tendeki Kecamatan Tendeki, Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari, Kelurahan Manembo-Nembo Atas Kecamatan Matuari, Kelurahan Girian Bawah Kecamatan Girian, Kelurahan Sagerat Weru Dua Kecamatan Matuari dan Kelurahan Sagerat Weru Satu Kecamatan Matuari. 

(kid/sbr)