Kasus Personil Bawaslu Bolmong Meruntuhkan Kepercayaan Publik -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kasus Personil Bawaslu Bolmong Meruntuhkan Kepercayaan Publik

editor: hut_kamrin
Selasa, 18 Agustus 2020

Pengamat Kepemiluan Dr Ferry Liando. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID -- 
Dugaan pelanggaran kode etik yang menjerat anggota Bawaslu Bolmong Jerry Mokoolang menarik perhatian publik. Wasit penyelenggara Pemilu tersebut dinilai telah mencoreng nama baik lembaga. Termasuk merusak kualitas Pilkada yang saat ini sedang berproses. Itu berkaitan dengan dugaan partisipasi Mokoolang menjadi tim sukses pemilihan kepala desa dan tengara keterlibatan dalam kejahatan jalanan karena pesta miras. Kasus Mokoolang sudah disidangkan di DKPP RI yang digelar pekan lalu di Kantor KPU Sulut. 

Pengamat Kepemiluan Universitas Sam Ratulangi Ferry Liando mengatakan, semua penyelenggara Pemilu/Pilkada wajib menjaga integritas. Menurutnya, melanggar etika sebetulnya bukan hal sepele. Tindakan ini akan mempengaruhi banyak hal termasuk kualitas Pilkada itu sendiri. 

"Indikator utama Pilkada berkualitas itu sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat. Namun, hambatan masyarakat untuk berpartipasi biasanya karena ketidakpercayaan terhadap penyelenggara. Jadi prinsip etika itu berkaitan erat dengan trust publik terhadap penyelenggara. Jika penyelenggara dipercaya maka kualitas partisipasi masyarakat akan semakin baik. Tidak gampang untuk menjadi penyelenggara pemilu," kata mantan Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Sulut DKPP itu, Selasa (18/8), di Manado. 

Lanjutnya, segala tindakan dan ucapan penyelenggara Pemilu/Pilkada harus terukur dan terkendali. Kata dia, berpesta minuman keras dengan warga sekitar harusnya tidak boleh terjadi. Tindakan penyelenggara pasti akan terekam oleh masyarakat apalagi penyelenggara itu sebagai pejabat publik. Dia digaji oleh negara agar bertugas sesuai fungsinya dengan menjaga moralitas. Ini menjadi pelajaran buat penyelenggara yang lain. 

"Salah satu cara menyelamatkan Pilkada itu adalah melalui perilaku penyelenggara. Tempatkanlah posisi itu secara netral. Jangan sampai ada tindakan yang akhirnya meresahkan publik. Masih banyak penyelenggara yang bekerja secara profesional dan bermartabat. 

Contoh-contoh yang baik seperti itu harusnya dicontohi oleh yang lain. Dengan demikan, bukan hanya nama baik penyelenggara dapat diselamatkan namun dapat membangun kepercayaan publik atas hasil dari Pilkada itu sendiri," tandas dosen Pascasarjana Unsrat itu. 

Diketahui, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI mulai mengadili anggota Bawaslu Kabupaten Bolmong Jerry Mokoolang, Jumat (14/8/2020), pekan lalu. Proses pengadilan itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran kode etik Jerry menjadi tim sukses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan tengara keterlibatan dalam rangkaian street crime (kejahatan jalanan) usai pesta miras berkelompok. 

Sidang dipimpin Ketua Majelis Ida Budhiati dari unsur DKPP RI didampingi anggota majelis Meidy Tinangon (KPU Sulut), Herwyn Malonda (Bawaslu Sulut) dan Masyke Rinny Liando.

Persidangan ini mendengarkan keterangan saksi dari pihak teradu dan pengadu. Kedua belah pihak saling balas keterangan mengenai pertanyaan majelis sidang DKPP. Bukti-bukti dugaan Jerry melanggar marwah penyelenggara pun ikut  ditampilkan di meja persidangan. 

"Sidang kita skorsing untuk shalat Jumat dan makan siang. Selanjutnya akan masuk pada tahapan mendengarkan keterangan saksi-saksi dari pengadu maupun teradu," kata Ketua Majelis Ida Budhiati.

Dalam persidangan itu, sebagai pengadu adalah Oslan Laures, Ofriyanto Laures, Idil Adha Mamonto. Kemudian sebagai teradu Anggota Bawaslu Bolmong Jerry Mokoolang.

Sementara itu, sebagai saksi pengadu, Jamaludin Bonde, Efendi Kolopita dan Meidi Simbala. Sedangkan saksi teradu Lucky Herol Massie dan Yeski Sandra Sunsanto.

Terungkap dalam persidangan, Sementara itu, melalui pokok aduan sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) perkara nomor 69-PKE-DKPP/VII/2020 yakni, teradu selaku Anggota Bawaslu Bolmong diduga menjadi Tim Sukses (Timses) pada Pemilihan Kepala Desa di Desa Siniyung, Bolmong. 

Pada tanggal 1 November 2019 Jerry diduga melakukan rapat pemenangan di rumahnya dengan salah satu calon Kepala Desa Siniung bersama Tim Pemenangan pada 13 November 2019 malam sekitar pukul 22.00 WITA. 

Jerry diduga melakukan orasi kampanye di rumah calon kepala desa yaitu Frangky Manggopa. Ironisnya, pada tanggal 5 Januari 2020, Jerry disebut menyelenggarakan pesta miras bersama beberapa orang temannya. Pesta mabuk mulai dari siang sampai malam hari.

Akibat pesta miras tersebut, Jerry  bersama teman-temannya mencegat pengendara sepeda motor dan mobil. Sehingga ibu-ibu dan warga sekitar menjadi ketakutan bahkan menangis. Kelompok Jerry juga melakukan tindakan menghentikan excavator (alat berat) yang sedang beroperasi sambil melempari batu.

Buntut insiden tak terpuji itu, muncul korban atas nama Junaidi Simbala yang mengalami luka di bagian hidung. Korban juga mengalami luka sobek bagian kening dan sebagian wajah yang menyebabkan pendarahan.  (*)