Internal Golkar Ragukan Kemampuan Putri Jimmy Eman di Tomohon -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Internal Golkar Ragukan Kemampuan Putri Jimmy Eman di Tomohon

editor: hut_kamrin
Minggu, 02 Agustus 2020

Putri Walikota Tomohon, Jilly G Eman (JGE). Foto: Istimewa

Tomohon, KOMENTAR.ID -- 
Partai Golkar belum memutuskan siapa kandidat yang pantas memegang SK DPP sebagai bakal calon Walikota Tomohon di Pilkada 2020. Muncul isu, DPP masih ragu memberikan SK lantaran ada tiga kandidat Golkar yang masuk radar survei partai. Mereka adalah petahana Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS), anggota DPRD Tomohon Micky Wenur dan putri Jilly G Eman (JGE) yang meski tanpa jabatan publik, tapi tercatat sebagai kaum milenial. 

Sumber resmi internal Golkar menceritakan, molornya SK DPP Golkar untuk Tomohon karena ngototnya JGE dibarengi saling sikut internal partai agar SK diberikan ke putri Jimmy Eman tersebut. "Survei sudah berulang-ulang. JGE kalah dari SAS dan Micky Wenur. Bahkan survei kedua ini, hasil untuk JGE melorot. Malah turun jadi 10 persen. Tapi Golkar beri signal ke JGE soal SK. Ironis dalam konteks perjuangan memenangkan Pilkada, " ungkap sumber DPD 1 Golkar Sulut, yang meminta namanya tidak dibeber, Sabtu (1/8/2020), di Manado.

Ia menjelaskan, kendala utama Golkar ketika nama JGE ikut didorong ke pusaran Pilkada Tomohon, lantaran putri Jimmy Eman itu tidak memiliki pengalaman apa-apa dan baru muncul di pentas politik paruh Pilkada. "Tidak pernah terasah di legislatif dan organisasi besar. Baru jadi Ketua AMPI Tomohon. Apa yang kita harapkan di Tomohon setelah Pilkada? Harusnya Golkar realistis dan tidak mengesampingkan sosok lain yang memiliki kapabilitas dan memimpin hasil survei," ujar sumber pria itu.

Absensi kapabilitas JGE soal manajemen pemerintahan dan  pengelolaan sumber daya kota menurut pengurus Golkar itu, akan membuka ruang PDIP dan partai lain mengeksplorasi kelemahan Golkar Tomohon. "Nihil bung. Tidak ada yang bisa diharapkan dari JGE," tegas dia.

Menyinggung segmen milenial yang disandang JGE, kata dia, itu bukan jaminan di kompetisi politik. "Milenial itu satu unsur pendukung. Tapi milenial yang memang tokoh atau punya kapabilitas yang baik. Memiliki karakter influencer yang bisa menyeret pilihan anak muda. Lah ini milenial apanya," jelas sumber.

Terpisah, peneliti politik Sulut Fred Beny Sumual SIP mengatakan, sangat rentan bagi Golkar jika menyerahkan SK kepada sosok minus pengalaman dan hanya dengan satu asumsi milenial. "Anak seorang incumbent sekalipun bukan jaminan kemenangan. Publik sudah melihat realita yang sesungguhnya. Untuk  memimpin kota di era new normal butuh kapabilitas dua kali lipat dari pemimpin sebelumnya," tutur Sumual. (*)