Hari Gini PDIP Masih Cemas Tentukan Paslon Manado, Apa Kata Dunia? -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Hari Gini PDIP Masih Cemas Tentukan Paslon Manado, Apa Kata Dunia?

editor: hut_kamrin
Rabu, 19 Agustus 2020

PDIP saat menggelar Musancab beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID -- 
PDI Perjuangan rupanya terlalu cemas untuk memastikan pasangan bakal calon Walikota-Wakil Wali Kota Manado. Itu tampak dalam alur dinamika politik partai besutan Megawati Soekarnoputri di paruh penetapan calon. Manado lolos dari dua gelombang penetapan SK DPP PDIP mengenai bakal calon kepala daerah. Padahal, survei LIPI mengukuhkan PDIP sebagai partai paling siap dan rapi berkontestasi di Pilkada serentak 9 Desember 2020. 

Sumber di internal PDIP mengatakan, tiga faktor yang memicu molornya penentuan kandidat paslon. Pertama, sejarah kegagalan di ibukota meninggalkan pengalaman traumatis partai, karena salah menetapkan materi paslon. 

Kedua, faktor eksternal. PDIP masih menunggu berapa paslon yang akan berkompetisi termasuk paslon mana yang menggaet figur Muslim. Ini penting bagi PDIP untuk melihat konstelasi politik, jika tidak ingin gagal untuk kesekian kali. 

Ketiga, Pilkada Manado menjadi ujian dan PR terbesar bagi Ketua PDIP Sulut Olly Dondokambey. "Olly boleh sukses di beberapa daerah dan Pilkada Gubernur Sulut. Tapi selama dia belum berhasil menumpas asumsi kutukan ibukota, Olly akan dikenang sebagai pemimpin politik paling gagal. Ini tantangan Olly karena saat ini PDIP berjaya di Manado dari sisi Pemilu Legislatif," ungkap sumber pengurus PDIP Manado. 

Terpisah, peneliti politik dan pemerintahan Sulut Fred B Sumual SIP mengingatkan, mestinya PDIP pada masa ini sudah menetapkan paslon. Itu untuk memberi kesempatan kepada paslon bekerja lebih progresif. "Paslon akan membangun komitmen dan komunikasi dengan pemilih secara lebih intens. Kalau masih abu-abu begini, PDIP tertinggal.  Paslon lain sudah mengikat komitmen dengan kelompok pemilih atau masyarakat," pesan Sumual.

Publik Manado dalam beberapa bulan terakhir disuguhi informasi kemungkinan pasangan Andre Angouw-Richard Sualang (AA-RS). Belakangan, nama politisi PAN Ayub Ali masuk bursa pengganti RS. Lalu muncul lagi nama Rolan Roeroe untuk mendampingi AA. 

Diketahui, PDIP menang besar di Pemilu Legislatif 2019 dengan perolehan 10 kursi DPRD Manado. Artinya PDIP sudah menguasai 1/4 kursi dewan atau memiliki modal 1/4 dari total pemilih. Jumlah ini akan bertahan jika PDIP mampu mendorong anggota dewannya merawat konstituen. (*)