E2L-Mantap Rangkul Tokoh Adat di Sektor Pengembangan Budaya -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

E2L-Mantap Rangkul Tokoh Adat di Sektor Pengembangan Budaya

editor: hut_kamrin
Senin, 03 Agustus 2020

Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut bersama wakil Moktar Arunde Parapaga dalam FGD. Foto: Istimewa
Melonguane, KOMENTAR.ID -- 
Bupati Elly Engelbert Lasut dan Wabup Moktar Arunde Parapaga (E2L-Mantap) mulai menekankan pengembangan sektor budaya. Keduanya ikut melibatkan tokoh-tokoh budaya, yang dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. FGD dilaksanakan di Pantai Arangats.

Menurut E2L, untuk menarik kesimpulan cara berpikir tokoh-tokoh adat yang kemudian diimplementasikan dalam kebijakan pembangunan ke depan, khususnya dalam Rapat Penganggaran Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2020-2025, mengenai pokok-pokok pikiran yang berkembang di masyarakat dan anggota DPR sudah dimasukan dalam sistem informasi pemerintah daerah. 

"Langkah-langkah yang dilakukan, salah satunya adalah meningkatkan kualitas budaya di Talaud melalui kebijakan pembangunan di sektor pariwisata," tuturnya dalam kegiatan yang diikuti  Ketua Dewan Adat Talaud Arvan Bawangun serta para tokoh adat.

Dengan melestarikan nilai-nilai budaya yang bertumbuh dan berkembang di dalam kehidupan masyarakat, diharapkan dapat menjadi dasar untuk mendatangkan pendapatan dan daya tarik sendiri bagi Tanah Porodisa (Talaud).

"Dan pastinya, pemerintah daerah akan melibatkan para tokoh adat dalam pembangunan situs-situs budaya tersebut," ungkap E2L.

Ia mengajak tokoh adat, untuk memutuskan langkah perbaikan dan pengamanan situs budaya. Sehingga tindaklanjut alokasi dana pembangunan bisa dilaksanakan. 

"Saya khawatir situs budaya yang ada nantinya bisa tergerus bahkan hilang karena tidak adanya pencegahan, perbaikan dan pengamanan situs-situs budaya yang ada. Dan untuk melakukan perbaikan situs atau pembangunan tersebut diperlukan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup selanjutnya disebut UKL- UPL dalam hal ini mengenai izin lingkungan," tuturnya.

"Sehingga apabila telah diambil kesepakatan oleh tokoh-tokoh adat, maka hal tersebut bisa menjadi pertimbangan pihak Pemprov Sulut untuk kemudian memberi izin membangun pengamanan situs budaya," sambung E2L.

E2L meminta tokoh-tokoh adat agar dapat mengusulkan dan memutuskan lokasi situs-situs budaya dalam satu paket. Sehingga bisa dilanjutkan dengan pembangunan. 

"Dan saya berharap acara Manduru'u Tonna kedepan bisa diselenggarakan di lokasi situs-situs budaya yang ada," tutup E2L. (*)