Terkait Beban Kuliah, Mahasiswa Program Dokter Spesialis Mengeluh di DPRD Sulut -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Terkait Beban Kuliah, Mahasiswa Program Dokter Spesialis Mengeluh di DPRD Sulut

editor: rolly_sondakh
Kamis, 30 Juli 2020

Komisi IV dan Pimpinan DPRD Sulut saat Terima Aspirasi Mahasiswa Program Dokter Spesialis. (foto KID)

Manado, KOMENTAR.ID


Mahasiswa Program Dokter Spesialis menyambangi Gedung Cengkih DPRD Sulut, Rabu (29/7/2020). Para dokter yang selalu eksis dan kritis menghadapi Covid 19 itu memenuhi undangan DPRD Sulut dalam rangka Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPRD Sulut.

Adapun aspirasi yang disampaikan yakni beban Uang Kuliah Tunggal atau UKT senilai Rp 24 juta rupiah yang tidak mendapatkan subsidi, padahal harusnya ada potongan di masa Pandemi Covid-19.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok mengatakan aspirasi para dokter adalah bentuk kebutuhan pendidikan di Indonesia yang harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

"Aspirasi ini sudah masuk beberapa waktu silam. Dan sudah tepat jika masuk di Komisi IV yang selalu rutin lakukan evaluasi atas aspirasi. Bahkan Komisi ini paling gigih menerima keluhan masyarakat," tutur Lombok.

Lombok sendiri memberikan apresiasi kepada para dokter yang menjadi garda terdepan menyangkut kemanusiaan, terlebih penanganan pasien Covid-19. Padahal harus menempuh pendidikan dokter spesialis. Menurutnya sudah selayaknya menjadi prioritas.

Ia mengapresiasi peran dan kiprah para dokter bekerja menyangkut kemanusian, menangani pasien Covid 19 di saat yang sama harus menempuh pendidikan dokter spesialis.

"Memang ada perihal tidak jelas aturan mengatur. Ke depan usai pertemuan ini, DORF mendorong menyurat kementerian dicarikan solusi bersama," tandasnya.

Pada kesempatan itu, turut terundang juga Rektorat Unsrat, Fakultas Kedokteran Unsrat dan Ikatan Dokter Indonesia.

***