Kematian Sudah 3.500 Jiwa, Masih Ada Anggapan Corona adalah Konspirasi -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kematian Sudah 3.500 Jiwa, Masih Ada Anggapan Corona adalah Konspirasi

editor: hut_kamrin
Senin, 13 Juli 2020

Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.  Foto: Istimewa

Jakarta, KOMENTAR.ID 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyebut masih adanya pihak-pihak yang menganggap virus corona atau COVID-19 itu adalah konspirasi. Doni menekankan hal itu tidak benar lantaran tingginya angka kematian dari COVID-19.

"Masih ada sejumlah pihak yang menganggap ini adalah konspirasi, COVID ini rekayasa, COVID ini adalah konspirasi," ujar Doni seperti disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/7/2020).

"Padahal kita semua sudah tahu bahwa korban jiwa di Tanah Air sudah melampaui angka 3.500, bahkan di dunia sudah melampaui angka 550 ribu jiwa," imbuh Doni.

Hal itu disampaikan Doni usai mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Jokowi, Doni pun menegaskan bila COVID-19 bukanlah rekayasa.

"Jadi ini nyata, ini fakta, oleh karenanya semua pihak harus betul-betul memahami ini," ujarnya.

Doni juga mengatakan presiden  meminta agar sosialisasi protokol kesehatan dimasifkan dengan mengikuti kearifan lokal yaitu melibatkan para ahli seperti antropolog atau sosiolog. Doni menyebutkan pula bila Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar langkah sosialisasi itu melibatkan ulama di daerah.

"Khususnya para ulama ini juga menjadi penekanan Bapak Wakil Presiden untuk melibatkan para ulama di seluruh daerah agar seluruh program sosialisasi ini bisa betul-betul dipahami secara baik," ujar Doni.

Sebelumnya Presiden Jokowi meminta agar jajarannya memasifkan 3T yaitu testing, tracing, dan treatment. Arahan itu diminta Jokowi lantaran tingginya angka penularan COVID-19 akhir-akhir ini.

"Saya tidak ingin menyampaikan banyak hal tetapi saya ingin memberikan apa yang segera harus kita lakukan menyikapi adanya kenaikan kasus positif yang kasus baru yang bertambah," ujar Jokowi mengawali arahannya dalam rapat terbatas itu sebelumnya.

***