Kajati Resmikan Tempat Ibadah Persekutuan Oikumene Imanuel Kejati Sulut -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kajati Resmikan Tempat Ibadah Persekutuan Oikumene Imanuel Kejati Sulut

editor: rolly_sondakh
Selasa, 21 Juli 2020

 Penandatanganan Prasasti oleh Kajati Sulut selaku Pelindung Persekutuan Oikumene “ Imanuel” Kejati Sulut. (Foto Humas Kajati)


Manado, KOMENTAR.ID


Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut) Andi M. Iqbal Arief, SH.MH, meresmikan tempat ibadah Persekutuan Oikumene “Imanuel” Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, yang berlokasi  di lantai dasar  kantor Kejati Sulut,  Senin, 20 Juli 2020.
Kegiatan peresmian dan penthabisan tempat ibadah Persekutuan Oikumene “Imanuel” Kejati Sulut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 Tahun 2020 tanggal 22 Juli 2020.

Acara peresmian diawali dengan laporan dari Ketua Persekutuan Oikumene “Imanuel” Kejati Sulut Jenny L. Debeturu, SH., dilanjutkan dengan sambutan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Raimel Jesaja, SH.MH dan sambutan Kajati Sulut Andi M. Iqbal Arief, SH.MH.
Dalam sambutannya, Wakajati Sulut mengatakan bahwa selaku Penasehat Persekutuan Oikumene “Imanuel” Kejati Sulut menyampaikan puji dan syukur atas berkat kasih sayang Tuhan, melalui Kajati Sulut telah memberikan suatu kebijakan bagi umat Nasrani untuk bisa membangun tempat ibadah di salahsatu bagian di kantor Kejati Sulut. 

Harapan kedepan kata Wakajati Sulut, agar tempat ibadah ini dapat digunakan atau dimanfaatkan dengan baik untuk membangun, untuk membentuk insan Adhyaksa yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan dan diharapkan juga dengan adanya tempat ibadah ini bisa lebih lagi meningkatkan kinerja dan pengabdian kita kepada institusi Kejaksaan melalui satuan kerja kita di Kejati Sulut. 

Terima kasih kepada Kajati Sulut dan seluruh kita yang telah memberikan suatu kontribusi bagi institusi Kejaksaan di Wilayah Kejati Sulut, untuk bisa mendapatkan sarana tempat ibadah yang representatif dan bisa lebih efektif dan efisien khususnya umat Narsani yang melaksanakan ibadah dan sembahyangnya," katanya.

Sementara itu Kajati Sulut dalam sambutannya mengatakan bahwa saya memberikan restu untuk membangun tempat ibadah yang cukup representatif ini merupakan jalan Tuhan sebab selama ini umat Kristen di Kejati Sulut belum memiliki tempat ibadah yang tetap sehingga harus beribadah berpindah-pindah. 

Ia sendiri mengaku bersyukur karena dapat membangun tempat ibadah, hingga banyak tangan yang membantu sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama tempat ibadah ini bisa selesai. 

"Harapan saya semoga tempat ibadah ini bisa dijadikan sarana ibadah bagi teman-teman umat Kristen khususnya Persekutuan Oikumene “Imanuel” Kejati Sulut.
Kiranya tempat ibadah ini tidak hanya sekedar tempat untuk ibadah, tetapi mungkin juga tempat berdiskusi untuk masalah-masalah yang berkaitan dengan agama, apalagi kita sekarang ini dalam masa pandemi Virus Corona," tutur Kajati.

Kajati mengajak agar seluruh stake holder bisa bergandengan tangan bersama-sama mendoakan sarana itu, dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 tanggal 22 Juli 2020.

"Dapat bekerja dengan baik dan terus berkarya  dengan segenap hati demi kemajuan intitusi, demi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Terima kasih kepada semua yang telah menyumbang untuk pembangunan tempat ibadah Persekutuan Oikumene “Imanuel” ini, semoga Tuhan Yang Maha Esa dapat memberikan balasan yang baik bagi Bapak/Ibu/Saudara-i sekalian," tandasnya.

Setelah sambutan Kajati Sulut dilanjutkan dengan penandatanganan Prasasti oleh Kajati Sulut selaku Pelindung Persekutuan Oikumene “ Imanuel” Kejati Sulut dan Wakajati Sulut Selaku Penasehat Persekutuan Oikumene “ Imanuel” Kejati Sulut.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengguntigan pita oleh Kajati Sulut di dampingi oleh Wakajati dan Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pdt. Dr. Hein Arina. 

***