Jika Gagal di Ibukota, Nasib Olly Dondokambey Mirip Lionel Messi -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Jika Gagal di Ibukota, Nasib Olly Dondokambey Mirip Lionel Messi

editor: hut_kamrin
Selasa, 14 Juli 2020

Bintang Timnas Argentina Lionel Messi (kiri), Ketua PDIP Sulut Olly Dondokambey (kanan). Foto: Kolase KOMENTAR.ID

Manado, KOMENTAR.ID -- 
Mengejar trofi Pilkada layaknya sebuah klub sepakbola dengan sederet bintang yang bermimpi meraih puncak kemenangan. Timnas Argentina misalnya, gagal beruntun di tiap Piala Dunia sejak tahun 1990-an. Lionel Messi pun dianggap superstar yang belum berhasil di Timnas, sekalipun sukses di klub Eropa.

Situasi ini mirip PDIP selama bertarung di Pilkada Manado. Partai besutan Megawati Soekarnoputri ini seperti kena kutukan di ibukota. Banyak kalangan beranggapan, jika PDIP gagal di Pilkada Kota Manado 2020, maka partai berlambang banteng moncong putih itu tak ubahnya Timnas Argentina di Piala Dunia. "Dan Olly Dondokambey juga serupa superstar Lionel Messi. Mereka yang gagal memecahkan mitos pada level tertentu, yang tak kalah gengsinya," singgung Oland Roring, warga Manado, Selasa (13/7/2020), di Manado.

Peneliti Politik dan Pemerintahan Sulut Fred Beny Sumual SIP menjelaskan, kelemahan terbesar PDIP selama beberapa periode pilkada, adalah tidak membaca secara detil dan jernih alam politik petahana (incumbent) yang memanfaatkan struktur birokrasi. Termasuk paket kebijakan kepala daerah yang meretas ke masyarakat diikuti promosi elektabilitas. 

Kemudian kelemahan ketiga, sebagian mesin partai umumnya parkir begitu saja di DPRD Kota Manado. Legislator PDIP selama ini dianggap mandul mendobrak kemapanan politik dan kebijakan incumbent di pemerintahan. 

"Pion peluncur PDIP itu ada di Fraksi PDIP. Tapi tidak greget. Ada masalah kompetensi legislatornya yang memang tumpul membaca gelagat politik incumbent di semua sel pemerintahan. Mereka cenderung gaduh di hal-hal tak berguna. Titipan kepentingan incumbent begitu mudah lolos di kebijakan pembangunan dalam aneka program," urai Sumual.

Ia menambahkan, jika Olly sebagai Ketua PDIP Sulut benar-benar serius mengubah strategi kerja politik di Manado, maka semua peluncur PDIP baik di DPRD maupun non-legislator harus tampil memporak-porandakan sistem dan kemapanan politik incumbent yang tersamar di semua kebijakan pemerintahan.

"Jangan lupa pilkada di ibukota itu takaran kewibawaan gubernurnya. Tentu Olly Dondokambey dan Steven Kandouw harus merasa ini PR terbesar dalam sejarah perjuangan PDIP di daerah. Jika PDIP kalah di Manado, publik akan mengenang Olly Dondokambey sebagai Bapak Penuh Kegagalan di Ibukota" tandas Sumual. (*)