Hebat Sekali Olly Dondokambey! Survei Paling Baik saat Corona Naik Drastis -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Hebat Sekali Olly Dondokambey! Survei Paling Baik saat Corona Naik Drastis

editor: hut_kamrin
Jumat, 24 Juli 2020

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID -- 
Survei Charta Politika Indonesia (CPI) menempatkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada posisi 7 sebagai kepala daerah paling baik yang menangani Covid-19. Menariknya survei ini keluar, saat angka kenaikan Covid-19 melonjak drastis tiap hari. Sulut mencatat, angka Covid-19 per Jumat (25/7/2020) mencapai 2000. 

Hasil survei ini mendapat respon berbeda dari masyarakat Sulut. "Gila. Angka Covid-19 naik tiap hari, di atas 20, 30 sampai 40, malah keluar survei kepala daerah paling baik? Wallahu alam," komentar Faris Lamiu, warga Wonasa, Manado, kepada KOMENTAR.ID.

Perolehan hasil survei itu juga mengejutkan warga yang merasa tren kenaikan angka positif corona sulit dijegal. "Lumayan hebat ya. Kategori paling baik itu minimal ada indikasi stagnan angka positif. Ini naik drastis, kepala daerah dapat hasil survei paling baik. Aneh," sergah Dony Tampi, warga Manado, sambil geleng-geleng kepala.


Satgas Covif-19 Sulut melalui Juru Bicara, dr Steaven P. Dandel MPH merilis ketambahan 44 kasus terkonfirmasi positif di Sulut, Kamis (23/7/2020). Dengan demikian, kumulatif kasus terkonfirmasi positif menjadi 2.118 kasus.


Adapun sembuh kumulatif 977 orang dan meninggal dunia kumulatif 119 kasus. Untuk suspek berjumlah 157 orang. Kamis sore, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pusat mengumumkan ketambahan 46 kasus. Namun setelah ditelusuri, dua kasus sudah diumumkan sebelumnya (double register).

Diketahui, meski tak masuk dalam daftar kepala daerah terbaik tangani Covid-19 sebagaimana dikemukakan Presiden RI Jokowi, CPI Gubernur Sulut Olly Dondokambey masuk daftar kepala daerah dianggap paling baik dalam penanganan pandemi Covid-19.

Malah Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang masuk daftar 5 kepala daerah terbaik versi Presiden, justru berada di posisi ke-12.

Hasil survei dirilis oleh Direktur Eksekutif CPI Yunarto Wijaya dalam diskusi daring bertema “Trend 3 Bulan Kondisi Politik, Ekonomi, dan Hukum pada Masa Pandemi Covid-19″, Rabu (22/07/2020).

Adapun sejumlah strategi sejak awal telah disiapkan Olly menghadapi Covid-19. Pertama, melakukan refocusing anggaran menangani Covid 19. Di mana total anggaran Rp 191 Miliar dibagi ke tiga sektor, yakni kesehatan Rp 96 miliar, sosial Rp 80,5 miliar dan menangani dampak ekonomi Rp 15 miliar.

Kedua, khusus dampak sosial, pihaknya punya jaring pengaman dananya Rp 80 miliar yang sudah dibagikan dalam bentuk sembako untuk 270 ribu keluarga di 15 kabupaten/kota.

Bantuan sembako ini disinergikan dengan Pemda setempat dan lembaga agama. Masjid dan gereja mengeluarkan data nama penerima, kemudian Pemprov membagikan ke masyarakat lewat lembaga agama.

Ketiga, Pemprov pun menyiapkan rumah singgah.

Keempat, Dinas kesehatan pun gencar melakukan Rapid test massal dan swab test untuk mendeteksi Covid-19

Kelima, Kemenkes baru saja menyetujui Sulut punya Rumah Sakit (RS) Khusus Covid-19. Dua fasilitas disiapkan yakni gedung Kitawataya Kairagi dan Bapelkes Malalayang yang bisa menampung 500 orang.

Keenam, Sulut juga akan mendapat mobil PCR Test dari Pusat. Diperkirakan dalam dua Minggu ke depan sudah tiba di Sulut dan siap operasi.

Meski demikian hingga kini Sulut masih mengalami sedikit kendala di Lab PCR. Setiap hari hanya bisa mengeluarkan hasil sampel 200 orang, padahal Rapid Test tiap hari bisa mencapai 1.000 orang, jika reaktif langsung di swab. Rencananya akan ada peningkatan lab menggunakan teknologi robotika, hasilnya bisa 400-600 sampel per hari.

Peneliti politik dan pemerintahan Fred Beny Sumual SIP mengatakan, mestinya enam strategi gubernur itu harus berdampak linear pada penahanan laju angka Covid-19 di Sulut. "Anehnya, kebijakan ada, program strategisnya ada, tapi coronanya naik terus. Paling baiknya di mana tuh?," singgung Sumual. 

Diketahui, hasil survei CPI mengungkap persepsi publik soal kinerja kepala daerah yang dianggap paling baik dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.


Survei CPI yang dilakukan lembaganya pada 6 hingga 12 Juli 2020 ini, dilakukan melalui wawancara telepon dengan metode simple random sampling kepada 2.000 responden yang tersebar di seluruh Indonesia pada 6-12 Juli 2020. Margin of error (toleransi kesalahan) survei 2,19 persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.


Responden diberi pertanyaan terbuka soal kepala daerah yang memiliki kinerja terbaik dalam penanganan pandemi Corona. Hasilnya sejumlah kepala daerah dinilai publik atas kinerjanya menangani Covid 19. 


Daftar kepala daerah terbaik tangani Covid-19 Versi Survey CPI:


1. Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat): 15,6 persen


2. Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah): 13,4 persen


3. Anies Baswedan (Gubernur DKI): 11,8 persen.


4. Bima Arya Sugiarto (Wali Kota Bogor) 1,3 persen


5. Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi): 1,1 persen


6. Airin Rachmi Diany (Wali Kota Tangerang Selatan) 1,0 persen


7. Olly Dondokambey (Gubernur Sulawesi Utara): 1,0 persen


8. Edy Rahmayadi (Gubernur Sumatera Utara): 1,0 persen


9. Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan): 0,9 persen


10. Wahidin Halim (Gubernur Banten): 0,7 persen


11. Ade Yasin (Bupati Bogor): 0,5 persen


12. Rusli Habibie (Gubernur Gorontalo): 0,5 persen


13. Lainnya: 7,8 persen, serta tidak Jawab 36,4 persen.


(*)