Tanggapi JPAR-Ai, Pengurus Demokrat Manado: Dari Mor Kami Belajar Arti Kesetiaan -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Tanggapi JPAR-Ai, Pengurus Demokrat Manado: Dari Mor Kami Belajar Arti Kesetiaan

editor: hut_kamrin
Sabtu, 20 Juni 2020

Mor Dominus Bastiaan, politisi Demokrat. Foto: Dok.KOMENTAR.ID


Manado, KOMENTAR.ID 

Pasca informasi pertemuan politisi Demokrat Ivan Lumentut dan mantan Wakil Walikota Manado Harley Alfredo Benfica Mangindaan (Ai), pada Jumat (19/6/2020), internal Demokrat Manado bergejolak. 

Riak partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditengara lantaran potensi Ai akan merapat ke bakal calon Walikota Manado Julyetha Paula Amelia Runtuwene (JPAR).

Wacana tandem JPAR-Ai yang kemudian muncul jargon PAHAM (Julyetha Paula Amelia Runtuwene-Harley Alfredo Benfica Mangindaan), rupanya dianggap bola panas yang mengoyak soliditas Demokrat. 

Lantas muncul isu keraguan mengenai loyalitas kerabat EE Mangindaan terjadap Demokrat. Nama Mor Domingus Bastiaan, menjadi sosok pembanding di internal partai. 

Kader Demokrat Manado membuat status tentang kesetiaan sosok Mor pada Demokrat. Mereka teringat memori 2015, Demokrat kembali dikhianati.

Menurut kader, pada 2015 silam, Ai mencalonkan diri dari partai lain, padahal sudah ditawarkan maju berpasangan dengan GS Vicky Lumentut yang saat itu adalah Ketua DPD Demokrat Sulut. 

Mereka merasa tersakiti mengingat jasa Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono terhadap keluarga Mangindaan. 

Pengurus DPC sebaliknya mengapresiasi sosok Mor yang bergabung dengan Demokrat sejak 2005 dan tidak pernah sekalipun pindah partai. 

"Mor Bastiaan itu contoh dan teladan tentang manusia yang punya kesetiaan dan komitmen. Sejak Demokrat berkuasa sampai Demokrat terpuruk dia tidak pernah meninggalkan dan selalu setia dengan Demokrat," ujar Linda Somba, kader Demokrat Manado. 

Ketua PAC Bunaken Srikandi Kobis juga menyatakan, dari Mor Bastian, kader Demokrat belajar tentang arti komitmen, seseorang yang memegang teguh kesetiaannya. 

“Jadi bagaimana mereka bisa berjanji setia dan berjuang bagi rakyat kalau ke partainya sendiri tidak ada kesetiaan dan sering loncat-loncat partai," ungkap Kobis.

Penting menurut dia, memilih pemimpin yang tidak hanya bisa bicara tapi bisa jadi teladan terhadap kesetiaan dan komitmen akan janji pada rakyat.  

“Kami menyerukan kepada kader untuk merapatkan barisan karena hari ini kita dizalimi dan dikhianati.  Percayalah kita yang tulus dan setia pada komitmen rakyat akan melihat dan mendukung Demokrat serta calon Walikota Mor D Bastiaan sosok yang peduli, setia dan berkomitmen," tandas Kobis. 

***