Sulut Belum Siap Masuk New Normal -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Sulut Belum Siap Masuk New Normal

editor: hut_kamrin
Selasa, 16 Juni 2020

Tomy Lasut, Penulis. Foto: Istimewa

Belum ditemukannya vaksin dengan standar internasional untuk pengobatan virus corona membuat pemerintah mengambil kebijakan tatanan baru yang disebut New Normal. Hal ini dimaksud agar masyarakat kembali bisa produktif sehingga roda ekonomi bisa bergeliat lagi.

Beberapa daerah termasuk Kabupaten Nias Selatan telah mulai memasuki fase baru ini. Pertanyaannya sekarang apakah daerah kita Sulawesi Utara sudah siap dengan tatanan baru tersebut? Mari kita kembali pada tiga syarat penerapan New Normal menurut BNPB. 

1. Laju penyebaran corona telah menurun 50℅ dari kasus yang sudah diperiksa selama tiga pekan berturut-turut. Faktanya, pada awal bulan ini Sulawesi Utara menjadi "juara" nasional dalam hal tingkat penyebaran virus corona. Tertinggi disumbangkan ibukota provinsi, Manado. 

2. Rata-rata penambahan kasus positif harus menurun 50℅ dari kasus yang sudah diperiksa. Faktanya, masih terus terjadi peningkatan secara signifikan pada angka pasien positif di Sulawesi Utara. Data terakhir dari laman Kemenkes pada Senin (15/6/2020) kasus positif di daerah ini bertambah 18 menjadi 676 kasus. 

3. Pemerintah harus mempertimbangkan sistem kesehatan didaerah bersangkutan. Faktanya, terjadi degradasi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan termasuk pada beberapa rumah sakit. Banyak pasien umum yang enggan berobat ke rumah-rumah sakit lantaran prosedur penetapan status pasien positif tidak banyak diketahui masyarakat dan pelayanan yang masih terkesan amburadul. 

Tiga syarat tersebut serta fakta yang ada saya rasa merupakan indikator bahwa New Normal belum bisa diterapkan di bumi nyiur melambai. Jika dipaksakan ada kekhawatiran terjadi gelombang kedua yang berdampak lebih dahsyat. 

Pemerintah harus secara tegas menjalankan protokol kesehatan dan lebih terbuka pada sistem informasi pasien untuk membuka ruang berpikir masyarakat terhadap bahayanya virus corona. Peningkatan layanan-layanan kesehatan dan fasilitas umum termasuk prosedur tetapnya. Transparansi dan penyaluran bantuan-bantuan sosial yang cepat bagi warga. Masyarakat butuh zona aman dan nyaman sebelum diterapkannya kebijakan New Normal. 

Masyarakat Sulawesi Utara juga memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 untuk menekan kasus positif. Pandemi ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata namun menjadi tanggungjawab kita bersama. Kedisiplinan adalah hal yang mutlak di masa pandemi. Tetaplah mematuhi anjuran pemerintah dengan rajin mencuci tangan, pakai masker, physical distancing, dll. 

Penulis: Ketua Satuan Tugas Covid-19 DPD Partai Hanura Provinsi Sulawesi Utara.