PERAN LEMBAGA HINDU DALAM MENGHADAPI COVID-19 -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

PERAN LEMBAGA HINDU DALAM MENGHADAPI COVID-19

editor: hut_kamrin
Selasa, 09 Juni 2020

Luh Wantari, Penulis. Foto: Istimewa
Semua negara sekarang tengah menghadapi ketidakpastian karena tidak sepenuhnya virus corona 19 di ketahui. Lagi pula ia telah menjadi pandemi yang berkembang  cepat tak terdeteksi. Dalam konteks ini, pemerintah suatu Negara sering telat menangani sehingga berdampak fatal. Dengan demikian pemerintah bergerak cepat untuk menutup sekolah, membatasi kerumunan.
Di Negara demokrasi, mengulas politik pandemi bukanlah hal tabu. Akademikus, media, tokoh, atau sapapun dari sgemen atau spectrum masyarakat memberikan masukan kepemerintah demi kebaikan bersama. Sistem hubungan pemerintah pusat dan daerah juga menjadi catatan penting dalam efektivitas koordinasi politik pandemi. Isu jejoran popularitas antar tokoh politik sering kali tak terelakkan. 
Dalam politik yang demokratis, ada etika yang harus dijaga bersama dalam situasi pandemic, tak boleh ada yang bermain air di air keruh, semua spectrum kepolitikan harus bertroreransi politik kemanusiaan maka, dinamika kontestasi tak boleh berlarut dalam konflik kontraproduktif. Bukan berarti kritik dengan dengan gampangnya berangus, tetapi Negara mengarahkan gerak politik bangsa kebersamaan melawan covid-19.

Peran Lembaga  Hindu 

Fakta bahwa betapa banyak tokoh umat yang alergi pada masalah-masalah politik. Malah ada kesan amat menjauhkan lembaga keumatan dalam berbicara soal politik ( di pihak lain umat selain Hindu begitu aktif membangun jaringan politik keumatan). Seakan-akan politik barang haram yang tidak di akui oleh Agama Hindu. Padahal Hindu sangat kental meletakkan norma dan nilai dalam pengaturan kehidupan politik umatnya. Perspektif  filosofis ajaran hindu yang amat substantif , mendalam dan universal dalam mengatur soal aktivitas politik. 
Bagi pemeluk Hindu etika berpolitik terdapat dalam kitab suci veda yaitu Rgveda, yajurveda, samaveda, dan atharvaveda. Politik dalam veda menitikbartkan pada kewajiban pemimpin pemerintah dan rakyat untuk bersama-sama menegakkan kejayaan bangsa dan Negara, yang di kenal istilah “dharma Negara” jika dikaji,ternyata prinsip rakyat diatur dalam veda.

Bentuk pemerintahan menurut veda adalah bekedaulatan rakyat:
Mahate janarajyaya
 Yajurveda IX.40
Semoga tuhan membimbing kami ke sebuah Negara yang berkedaulatan rakyat. Lebih jauh diulas pula bahwa rakyat yang merdekan, sejahtera dan berdaulat adalah kekuatan utama bagi tegaknya suatu bangsa.
Uttaram rastram prjaya uttara vat
Atharvaveda XII.3.10

Para politisi yang bersaing menguasai pemerintah di syaratkan dalam veda agar selalu memperhatikan rakyat karena landasan seseorang pemimpin adalah rakyatnya
Visi raja pratishitah
Yajurveda XX.9
Kerana itu pemimpin hendaknya berupaya meningkatkan kualitas rakyat.
Prajam ca roha-amrtam ca roha
Athavaveda XIII.1.34
Sebaliknya rakyat pun wajib mematuhi perintah-perintah pemimpin bangsa
Tasya vratani-anu vas caramasi
Kutipan-kutipan ayat-ayat suci yang disebutkan di atas memberikan batasan criteria, kualitas pemimimpinyang bagaimana patut dipilih oleh rakyat agar rakyat mendapatkan hak-haknya sebagai warganegara dan kewajiban polilitik apa pula yang perlu dilakukan oleh rakyat. Rakyat tidak dibenarkan untuk pasif atau apatis dalam kegiatan politik baik sebagai pemilih maupun tergabung dalam kegiatan politik praktis, kerena merupakan swadarma warganegara dalam wujud bhakti. 

Peran Politik Dalam Menghadapi Covid-19
Pemerintah sudah menetapkan pandemi virus corona sebagai bencana nasional nonalam. Penetapan status kebencaan itu seiring dengan bertambahnya jumlah positif virus corona di Indonesia yang makin bertambah dari hari kehari. Sebebagai bencana nonalam, di perlukan kesadaran dari semua pihak  untuk ambil peran dalam menangani bencana virus corona ini.
Apabila dilihat dari sebaran pandemi ini sudah hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah selaku pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kesehtan rakyatnya tidak henti-hentinya memberikan informasi, edukasi, dan motivasi guna menghadapi pandemic corona ini agar tidak meluas dan memperparah keadaan. Dengan demikian, masyarakat menjadi lebih paham terkait dengan perkembangan pandemic virus yang yang makin mengganas merenggut ribuan jiwa manusia ini. Bahkan, ada beberapa media yang sudah bergerak sebagai penghimpun dana bantuan berbagi pihak untuk membantu masyarakat dan juga rumah sakit yang memang membutuhkan banyak biaya.

Selanjutnya, yang tidak kalah penting adalah bagaimana peran besar dari pihak TNI dan Porli yang dengan serius bekerja penuh semangat ikut aktif terlibat dalam berbagai kegiatan terkait dengan penanganan pandemi virus ini. Mereka para petugas TNI atau Porli bekerja bahu membahu, siang malam hamper tanpa henti terjun di tengah masyrakat dalam menghadapi pandemic covid-19.

Bahkan yang harus kita beri apresiasi adalah pengorbanan para dokter dan paramedic yang berjuang bertaruh nyawa demi menyelamatkan para korban pandemi virus corona. Mereka berjuang mempertaruhkan seluruh hidupnya, bahkan tidak sedikit para dokter dan prawat yang menjadi korban meninggal dunia.

Rasa solidaritas tinggi di butuhkan antara individu dan antara bangsa wabah ini selalu menyarakan pentingnya solidaritas sebagai kompas bersama dunia untuk keluar dari pandemi. Hal ini penting dilakukan agar semua upaya tetap berfokus pada tujuan utama untuk menekan laju penyebaran virus, memastikan tiadanya stigma bagi penderita, dan mempertahankan tingkat kesehatanpopulasi semaksimal mungkin.bila memakai analogi peperangan, inilah salah satu penanda utamanya pemimpin menyuarakan solidaritas kepada seluruh khalayak.

Kesehatan populasi sejatinya mempunyai nilai amat besar karena dampaknya kehidupan politik,ekonomi,komersial, hingga kebebasan individu. Harus diingat bahwa pertaruhan terbesar dari kekalahan berperang melawan pandemi adalah runtuhnya sistem kesehatan nasional. Sederhananya, layanan kesehatan tidak lagi setres karenan tiadanya tenaga kesehatan, rumah sakit tidak lagi bisa menampung dan memberikan pengobatan yang di butuhkan karena ketidaktersediaan alat dan obat sistem rujukan dan pemantuan kesehatan masyarakat tidak lagi berjalan efektif. Jadi di perlukan pada kecepatan bertindak dan ketepatan cangkupan, memastikan dilakukannya pemeriksaan secara luas, kepastian memberikan layanan kesehatan.

Disinilah dituntut adanya tanggung jawab moral pemerintah kepada rakyatnya memastikan adil dan makmur yang harus benar-benar terwujud di sebutkan dalam samaveda 753. Kepedulian terhadap pandemi corona adalah soal kemanusiaan yang mestinya menjadi tanggung jawab bersama. (***)

Penulis : Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Prodi Teologi Hindu-Komunitas Penulis Art & Culture