PDP yang Diambil Paksa dari RS Pancaran Kasih Manado Positif Corona -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

PDP yang Diambil Paksa dari RS Pancaran Kasih Manado Positif Corona

editor: hut_kamrin
Sabtu, 06 Juni 2020

Ilustrasi Virus Corona. Foto: Google image
Manado, KOMENTAR.ID 
Kasus pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Sulawesi Utara bertambah. Data laman kemkes.go.id, pada Sabtu (6/6/2020) pukul 16.00 WIB, kasus positif bertambah 79 orang.

Penelusuran KOMENTAR.ID, 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang kemudian meninggal pada 1 Juni 2020 lalu di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado, menunjukan positif Corona. 

SWAB PDP berusia 52 tahun yang positif Corona itu menempatnya di urutan 469 dari jumlah kasus 470 yang diumumkan Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara per Sabtu (6/6/2020).

Sebelumnya, keluarga pasien PDP di Rumah Sakit Pancaran Kasih, Manado, Sulawesi Utara mengamuk dan menjemput paksa jenazah pada Senin (1/6/2020) sore.

Mereka menolak kerabatnya yang akan dimakamkan sesuai prosedur Covid-19.

Keluarga pasien PDP itu pun menuding pihak Rumah Sakit memberikan uang Rp 15 juta agar jenazah dimakamkan sesuai protap Covid-19. Pihak rumah sakit membantah.

Ratusan warga mengamuk, dan membongkar paksa pintu kamar jenazah, kemudian membawa pulang jenazah PDP ke kediamannya di Lingkungan I, Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado.

Polresta Manado menyebut peristiwa ini berawal dari meninggalnya seorang pria berusia 52 tahun yang masuk PDP yang didiagnosa meninggal karena kehilangan kesadaran akibat pneumonia.

"Adanya gejala penyakit ini, maka jenazah yang bersangkutan ditetapkan sebagai jenazah PDP, yang akan dikuburkan sesuai protap Covid-19. Namun pada 15.00 Wita, pihak keluarga masih tidak setuju jenazah dikuburkan sesuai dengan protokol Covid-19," jelas keterangan tertulis kepolisian.

Kemudian pada Minggu 17.40 Wita, massa mendapat isu  jika pihak keluarga akan mendapatkan uang sebesar Rp 15 juta dari pihak RSU Pancaran Kasih.

Massa terprovokasi sehingga tak terkendali dan langsung mencari jenazah kemudian dibawa ke rumah duka secara paksa

Pihak keluarga bersama masyarakat berhasil membawa jenazah dan langsung menuju rumah duka di Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado untuk dilakukan pemandian dan sholat jenazah serta persiapan pemakaman pada 17.50  Wita

Anak Pasien tersebut, Khairul Lasarika (28) dalam video beredar mengakui adanya upaya pemberian uang dari pihak rumah sakit kepada keluarga, agar mau dikuburkan sesuai protap.

Hanya saja isu ini belakangan tidak benar dan dianggap miskomunikasi. Hasil pertemuan keluarga dan manajemen rumah sakit sepakat persoalan itu tidak dibawah ke ranah hukum. Pihak keluarga mengakui ada kesalahpahaman informasi dalam pertemuan yang ikut dimediasi anggota DPRD Sulawesi Utara Amir Liputo SH.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Pancaran Kasih Kota Manado Frangky VP Kambey MKes saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, membantah adanya isu sogokan terhadap keluarga pasien Covid-19 yang meninggal. Bahkan Kambey menegaskan, pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu telah ditangani sesuai dengan prosedur oleh petugas Gugus Tugas Covid-19.

"Itu tidak benar. Hanya kebijakan kami dari rumah sakit soal pemberian intensif bagi yang memandikan dan mengakafani sekaligus disholatkan. Penanganan pasien sudah sesuai protokol kesehatan," pungkas Dirut Kambey. (***)