Muncul Spanduk Warga Ketang Baru Tolak Rapid Test Sekaligus Makian -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Muncul Spanduk Warga Ketang Baru Tolak Rapid Test Sekaligus Makian

editor: hut_kamrin
Selasa, 16 Juni 2020

Spanduk penolakan warga Ketang Baru, Manado, menolak rapid test. Foto: akun Facebook Frangky Mocodompis

Manado, KOMENTAR.ID 

Di tengah upaya pemerintah dan elemen bangsa bergotong-royong mencegah dan menanggulangi wabah Covid-19, masih ada segelintir orang yang menolak kebijakan pemerintah tentang kesehatan, yakni rapid test.

Itu tampak dalam pesan spanduk yang ditemukan ASN Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkot Manado Frangky Mocodompis. Foto media spanduk itu kemudian di-posting di akun Facebook-nya, Selasa (16/6/2020).

Spanduk penolakan warga Ketang Baru, Manado menolak rapid test. Foto: Akun Facebook Frangky Mocodompis

Menariknya, pesan penolakan pada spanduk tersebut lantaran asumsi bisnis penanganan Covid-19. Pada spanduk lain, ada juga tulisan penolakan karena warga menganggap diri sehat.

Spanduk penolakan warga Ketang Baru, Manado menolak rapid test dan kata umpatan (lihat anak panah). Foto: akun facebook Frangky Mocodompis

Kontan saja, spanduk ini menarik respon Mocodompis, pejabat Pemkot Manado yang selama ini gencar mengedukasi kebijakan pemerintah di media sosial. Berikut nukilan Mocodompis dan foto spanduk di media sosial Facebook-nya: 


Slamat Pagi. 
For warga Manado terutama yang ada pasang SPANDUK Tolak Rapid Tes, ato yang masih ambe sikap nimau rapid tes, kiapa kong nyanda iko jo tu warga laeng yang so rapid deng swab kang? Mo ba tolak rapid tes itu tindak pidana kasiang Bro. Memang depe ancaman pidana kwa ringan katu noh. Ada ba lapis2 depe pasal mar ini dua jo yang ringan2. Paling tinggi cuma ancaman penjara 1 taong deng denda 1 juta

Bro deng Sis boleh noh batolak. Hak katu. Mar kalu kapala kore nimau dapa priksa, bro deng sis somo beking susah satu kampung. Abis satu kampung, somo beking susah samua torang di Manado. So susah le mancari kong mo tambah bro deng sis mo beking siksa? Adoh lebe bae tre torang baku dukung. 

Di UU 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular Pasal 14 ada tulis bagini :
 (1) Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).
(2) Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).
(3) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pelanggaran.

KUHP 
Pasal 216 ayat (1): Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

Jadi nda usah le kwa mo ba kabal neh bro. Orang Ketang Baru laeng so iko kong bro tre nimau. Iko jo Ba rapid-swab tes jo, mumpung frei dang toh. Mar kalu nyanda, yah, nanti jo petugas baik yang pake baju planet deng aparat yang pi jemput.

(***)