KOLABORASI TEKNOLOGI & KEARIFAN LOKAL, MUNGKINKAH? -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

KOLABORASI TEKNOLOGI & KEARIFAN LOKAL, MUNGKINKAH?

editor: hut_kamrin
Senin, 01 Juni 2020

Luh Putu Dina Satriani, Penulis. Foto: Istimewa

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi perlu juga kita mengimbangi dengan adanya kearifan lokal, dimana di zaman serba canggih ini kita sebagai generasi muda sekaligus menjadi warga negara Indonesia yang berbudaya dan memiliki wawasan luas. Kita sangat penting dan perlu tahu tentang teknologi dan kearifan lokal budaya kita. Kadang kita berpikir, “Mengapa Teknologi semakin canggih sedangkan budaya kita hanya segelincir orang saja yang tahu?”.

Perlu kita resapi dan pahami, memang teknologi itu penting, tapi jangan kita menyampingkan kearifan lokal kita, apalagi semenjak teknologi semakin berkembang pesat tapi kita sebagai manusia salah menggunakan teknologi.
Bahkan saking pesatnya teknologi kita malah mengabaikan apa yang perlu kita lestarikan dan kembangkan di Indonesia. Dimana di Era 4.0 segenap insan perlu bijak menyikapi hal ini. Seperti kita sudah diberikan wewenang untuk menggunakan dan mengakses segala informasi melalui media sosial, dengan kita tahu segala informasi-informasi kita perlu resapi. Langkah apa yang harus kita ambil dalam perkembangan teknologi?

Salah satu yang perlu lakukan, yaitu memadukan kearifan lokal kita dengan teknologi yang lagi update. Apalagi sekarang lagi booming-boomingnya. Generasi muda menuangkan inovasinya melalui pemanfaatan teknologi dengan tetap mengdepan kearifan lokal di kancah Internasional. Seperti kita lihat, di Youtube ada Generasi muda dengan sangat kreatifnya menuangkan gagasan-gagasannya melalui berkolaborasi dengan bernyanyi menggunakan alat-alat musik tradisional seperti Gong dan menari. Itu perlu kita acungi jempol dan kita hargai, karena sangat luar biasa karya anak bangsa kita. Bukan ahli menguasai dalam hal IT saja tetapi dalam hal budaya mereka sangat menghargai. 

Memang Indonesia memiliki beragam budaya, tapi budaya kita dulu memang sangat jarang diketahui oleh orang-orang diluar sana, namun seiring berkembangan zaman semua berubah, dengan adanya teknologi kehidupan kita tidak akan terpuruk dalam hal mendapatkan informasi dan mengakses berbagai kegiatan yang bermanfaat apalagi dalam hal kearifan lokal. Tak hanya itu, dengan adanya teknologi kita bisa belajar kolaborasi dengan menggunakan aplikasi yang sudah ada di android kita. 
Namun, jika kita kaitkan dengan filsafat dalam hal mengkolaborasikan kearifan lokal budaya termasuk dalam diskursus tentang etika, dimana terdapat nilai, moral yang bersifat abstrak dan berkaitan dengan persoalan baik dan buruk. Sehingga hal ini tergantung dari diri kita sendiri dan intinya konteks sosial yang lebih besar mengarah ke teknologi tapi kita harus menyimbangi dengan berkembangnya kearifan lokal. 

Sehingga konsepsi ini sejalan dengan eksistensi nilai-nilai kearifan lokal pada perkembangan teknologi. Kesadaran ini seharusnya kita mengisi dengan ruang-ruang pikiran penyusun regulasi. Dengan demikian, kearifan lokal tidak hanya dipandang sebagai sebuah produk eksotis yang dilihat hanya dengan penuh rasa keheranan dan kearifan lokal tidak juga dipandang laksana artefak yang ada di masa lalu yang dipajang dimuseum. Maka dengan adanya perkembangan teknologi, kita bisa mengkolaborasikan kearifan lokal budaya Indonesia sebagai salah satu fundamental dalam menyusun produk-produk hukum positif. 
Maka kita sebagai masyarakat yang berbudaya patut kita mengetahui kearifan lokal budaya Indonesia melalui perkembangan IPTEK dengan mengkolaborasikan apa yang kita miliki di Negara kita dengan tetap bijak menggunakan teknologi sebagai alat menyampaikan berbagai aspirasi dalam hal kearifan lokal. (*)

Penulis : Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja – Bali, dari Komunitas Penulis Art & Culture