Kajati Sulut Terima Capaian Hasil WBBM Kajari Tomohon dan Sangihe -->
Cari Berita

Advertisement

Translate

Berita Pilihan

Kajati Sulut Terima Capaian Hasil WBBM Kajari Tomohon dan Sangihe

editor: rolly_sondakh
Selasa, 23 Juni 2020

Kajati Sulut saat Meninjau Laporan Capaian Hasil WBBM  Kajari Romohon dan Kepulauan Sangihe. (Humas Kajati)


Manado, KOMENTAR.ID


Setelah menerima penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Jakarta pada tanggal 10 Desember 2019 yang lalu, maka Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon dan Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe berusaha memperoleh penghargaan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kemenpan RB dengan mempresentasikan progres Pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Kegiatan sendiri di lakukan di hadapan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut)  Andi Muh Iqbal Arief, SH.MH selaku Pimpinan Satuan Kerja (Satker) bersama jajaran, Selasa (23/6/2020) siang tadi.

Bertempat di Aula Sam Ratulangi Lt.4 Kejati Sulut, secara berturut-turut presentasi dilakukan oleh Kajari Kepulauan Sangihe Yunardi, SH.MH dengan menggunakan sarana Video Conference (vicon) dari Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe dan presentasi kedua oleh Kajari Tomohon Immanuel Richhendryhot, SH di Aula Sam Ratulangi Lt.4 Kejati Sulut, yang diikuti oleh Kajati Sulut dan Wakajati Raimel Jesaja, SH.MH serta Para Asisten, Kabag TU, Para Koordinator dan pejabat struktural Eselon IV yang membidangi WBK dan WBBM di Kejati Sulut.

Dua Kejaksaan Negeri (Kejari) tersebut merupakan Kejari yang telah memperoleh predikat WBK Tahun 2019 dan diusulkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut untuk mengikuti penilaian Satuan Kerja Pembangunan Zona Integritas menujuk WBBM oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan selaku Tim Penilai Internal (TPI) pada tanggal 3 Juli 2020 sebelum diajukan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dalam Pamaparannya, masing-masing Kajari diberikan waktu selama 30 menit yang dibagi menjadi 10 menit pertama pemutaran Video, 10 menit kedua pemaparan Pencapaian Pembangunan ZI menuju WBBM dan 10 menit terakhir evaluasi.

Pemaparan kedua Kajari tersebut pada pokoknya para Kajari dan jajarannya telah berupaya mewujudkan WBBM di Lingkungan Kejarinya masing-masing yang berorientasi kepada 6 (enam) area perubahan yakni, Manajemen perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan System, Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja dan peningkatan kualitas Pelayanan Publik dengan tujuan bagaimana dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kejaksaan Negeri yang bersangkutan dapat meningkatkan pelayanan publik dan kepuasan publik. 

Dari hasil pemaparan tersebut, Kajati Sulut dan peserta yang hadir menilai pencapaian Pembangunan ZI menuju WBBM di kedua Kejari, secara umum sudah baik dan memberikan saran serta masukan tentang hal-hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan terutama dalam pembuatan Standar Operasional Prosedure (SOP) pelayanan, pembuatan video, bahan paparan dan lain-lain.

Hasil penilaian tersebut, kedua Kajari berkomitmen untuk melaksanakan saran dan masukan dari Kajati Sulut dan peserta yang hadir untuk mencapai WBBM di Kejari masing-masing.

"Mudah-mudahan pemaparan tanggal 3 Juli 2020 dihadapan Tim Penilai Internal (TPI) dapat semaksimal mungkin dari apa yang sudah kita persiapkan ini. 
Selain itu tujuan dari pembangunan ZI menuju WBBM agar instansi Kejari yang bersangkutan menjadi instansi yang benar bebas dari korupsi dan membuat kinerja dalam penegakan hukum menjadi lebih baik," tutup Kajati Sulut.

***